Universitas Airlangga Official Website

BEM UNAIR Bekali Anak Cepokolimo Praktik Hidup Sehat

drg. Hawa Puteri memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut kepada siswa MIS Miftahul Ulum dalam kegiatan Dental Mission Gerdes IX di Desa Cepokolimo, Pacet, Mojokerto. (Foto: PDD Gerdes IX)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan Dental Mission dan Edukasi Cuci Tangan Enam Langkah di MIS Miftahul Ulum, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Bangun Desa (Gerdes) Jilid IX ini bertujuan meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.

Kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi mahasiswa UNAIR dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Mojokerto. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapatkan pendampingan dokter gigi dari PDGI Cabang Mojokerto, yaitu drg. Hawa Puteri dan drg. Fami Widya, Sp.KGA, yang turut memberikan edukasi kepada para siswa.

Melalui metode yang interaktif, BEM UNAIR mengajak para siswa mengenal penyebab gigi berlubang, pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, serta cara menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme siswa terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung. Tidak sedikit siswa yang aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai kebiasaan menyikat gigi di rumah.

Dalam sesi edukasi, drg Fami Widya SpKGA menyampaikan bahwa pembentukan kebiasaan menjaga kesehatan gigi pada anak harus mulai dari lingkungan keluarga. “Sekolah memiliki peran sebagai pengingat dan tempat anak mendapatkan edukasi kesehatan. Namun, kebiasaan tersebut tetap harus dibangun terlebih dahulu di rumah. Orang tua perlu mendampingi anak saat menyikat gigi, terutama sampai usia delapan tahun,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap gigi susu tidak perlu dirawat karena nantinya akan tergantikan oleh gigi permanen. Padahal, gigi susu memiliki peran penting dalam menjaga ruang bagi pertumbuhan gigi permanen. Kerusakan pada gigi susu dapat berdampak pada susunan dan pertumbuhan gigi permanen di kemudian hari.

Selain edukasi kesehatan gigi, mahasiswa UNAIR juga mengajak siswa mempraktikkan cuci tangan enam langkah menggunakan sabun dan air mengalir. Kegiatan dilakukan secara langsung agar siswa dapat memahami setiap tahapan dengan benar. Mulai dari membersihkan telapak tangan hingga ujung jari.

Suasana semakin meriah ketika para siswa ikut mempraktikkan kembali langkah-langkah cuci tangan secara mandiri. Kegiatan ini harapannya dapat membantu membangun kebiasaan hidup bersih yang dapat diterapkan baik di sekolah maupun di rumah.

Salah satu momen yang paling berkesan selama kegiatan berlangsung terjadi saat sesi tanya jawab. Seorang siswa menjawab bahwa gigi berlubang penyebabnya adalah bakteri. Jawaban tersebut mendapat apresiasi dari drg. Fami karena menunjukkan pemahaman yang cukup baik mengenai kesehatan gigi pada anak usia sekolah dasar.

Menurutnya, sebagian besar anak biasanya menjawab bahwa gigi berlubang akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Oleh karena itu, jawaban tersebut menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan sejak dini.

Melalui kegiatan Dental Mission dan Edukasi Cuci Tangan Enam Langkah ini, mahasiswa UNAIR berharap anak-anak dapat menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 6 (Clean Water and Sanitation).

Penulis: Nasywaa Mardhiyah Indrayani