Ameloblastoma adalah tumor jinak. Secara klinis tidak ada perbedaan yang jelas dari jenis ameloblastoma. Korelasi gambaran klinis, radiologis, dan histologis diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi tipe histopatologi ameloblastoma mandibula pada pasien pasca reseksi mandibula. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan metode deskriptif dengan menggunakan total sampling dari rekam medis pasien ameloblastoma mandibula yang telah menjalani reseksi mandibula dan dengan data histopatologi pasca operasi yang layak di jaringan rumah sakit Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Universitas Airlangga, Surabaya selama tahun 2015-2019.
Hasil penelitian menunjukkan dari 22 sampel data yang diamati dari pemeriksaan histolopatologi semua subtipe, jenis pola yang paling umum adalah 14 kasus dengan pola histologis tipe campuran, kombinasi yang paling umum adalah tipe folikular dan pleksiform pada dekade ketiga kehidupan, dan tunggal. subtipe histologi yang paling banyak ditemukan adalah tipe folikular. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan secara statistik antara subtipe histopatologi, tipe campuran ameloblastoma dan parameter demografi dan klinis, tetapi hasil yang signifikan ditemukan antara tipe campuran dan lokasi tumor Kesimpulan: Tipe histologis yang paling umum adalah tipe campuran dengan kombinasi folikular dan lokasi tumor. Tipe plexiform, tetapi dianjurkan untuk menggunakan pemeriksaan imunohistokimia untuk memberikan pemahaman yang lebih baik.
Penulis: Prof. R.M. Coen Pramono Danudiningrat, drg., SU., Sp.BM (K)
Link Jurnal: https://medic.upm.edu.my/upload/dokumen/2022042811223801_MJMHS_0601.pdf





