Manggala Muda mengikuti rangkaian kegiatan SEMESTA dengan penuh antusias sebagai bagian dari proses pengenalan lingkungan dan kehidupan akademik Sastra Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)
FIB NEWS — SEMESTA atau Srawung Mesra bersama Bahasa dan Sastra Indonesia hadir sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru Sastra Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga untuk mengenalkan dunia Bahasa dan Sastra Indonesia kepada Manggala Muda. SEMESTA memperkenalkan tiga peminatan, yaitu linguistik, filologi, dan sastra. Rangkaian kegiatan juga dirancang untuk membangun kedekatan Manggala Muda dengan kakak tingkat melalui diskusi dan pementasan.
Nama SEMESTA mencerminkan semangat kebersamaan melalui bahasa dan sastra indonesia. kegiatan ini menjadi ruang untruk bersrawung, membangubn kedekatan, serta mempererat hubungan antarmahasiswa.
Mengenal Dunia Sastra
Salah satu rangkaian SEMESTA adalah Srawung yang menghadirkan narasumber dari angkatan atas. Kegiatan ini mengenalkan peminatan sekaligus membuka ruang diskusi bersama Manggala Muda. “Setiap Srawung akan menghadirkan dari angkatan atas untuk pengenalan minat lebih dalam,” ujar Aura Fauziyyah selaku ketua pelaksana acara. Sesi diskusi tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya bonding antara Manggala Muda dan kakak tingkat.
Karya sastra juga menjadi benang merah dalam berbagai rangkaian SEMESTA. Karya yang biasanya dipelajari dalam perkuliahan dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa baru. Konsep ini membuat pengenalan Sastra terasa jauh lebih dekat dengan kehidupan perkuliahan.

Sesi foto bersama panitia SEMESTA sebagai bentuk kebersamaan setelah mengikuti rangkaian kegiatan penyambutan Manggala Muda Sastra Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)
Membangun Kebersamaan
Semangat kebersamaan diwujudkan melalui malam puncak berupa pementasan drama oleh Manggala Muda. Dalam prosesnya, mahasiswa baru akan didampingi kakak tingkat yang berpengalaman dalam pementasan. “Penampilan malam puncak akan melibatkan kakak tingkat yang dahulunya telah berhasil mementaskan penampilan,” jelas beliau. Seluruh panitia akan mengarahkan dan menemani Manggala Muda selama proses persiapan hingga pementasan.
Tahun ini, SEMESTA mengangkat Na Willa yang merupakan sastra anak dengan nuansa lebih ceria. Tema tersebut berbeda dari tahun sebelumnya yang menggunakan karya sastra bernuansa mencekam dan misterius. Meski ceria, SEMESTA tetap menekankan kedisiplinan sebagai bagian dari proses adaptasi menuju kehidupan mahasiswa. Panitia juga menghadapi tantangan dalam memahami karya sastra dan menjaga kesinambungan tema dengan kegiatan. Untuk mengatasinya, panitia melakukan konsultasi berkelanjutan dengan dosen yang ahli di bidangnya.
Melalui rangkaian tersebut, SEMESTA diharapkan memberi kesan baik sekaligus membantu Manggala Muda beradaptasi sebagai mahasiswa. “Pahami setiap prosesnya dengan semangat, nikmati setiap momennya,” pesan kak Aura Fauziyyah.
Pelaksanaan SEMESTA juga sejalan dengan SDGs 4: Quality Education melalui pengenalan lingkungan akademik dan bidang keilmuan Sastra Indonesia. Upaya tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan mahasiswa baru sejak awal perkuliahan.
Penulis : Aisyah Dwi Rahmah Purwanto
Editor : Tsabita Nuha Zahidah




