Universitas Airlangga Official Website

Menjaga Mutu Pendidikan Forensik UNAIR Demi Kebenaran

Di balik tirai misteri sebuah investigasi kriminal, keadilan seringkali ditentukan oleh keheningan laboratorium dan ketelitian sains. Jejak sekecil apa pun—mulai dari sehelai rambut, goresan tinta, hingga bait kode digital—menyimpan narasi bisu yang menuntut untuk diungkap secara ilmiah. Di sinilah peran strategis institusi pendidikan tinggi seperti Program Studi Magister Ilmu Forensik Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi sangat krusial dalam mencetak para ahli penegak kebenaran yang handal.

Semangat menjaga standar kualitas dan integritas akademik tersebut terlihat nyata dalam pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) yang dihelat pada Selasa, 8 September 2026 pukul 09.00 bertempat di RKI 1. Agenda strategis ini menghadirkan tim auditor ekpertis, yakni Dr. Yeni Dhamayanti, drh., M.Kes., PA Vet (K) dan Woro Setia Ningtyas, S.Keb., Bd., M.Kes.

Pelaksanaan AMI ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana UNAIR. Tampak hadir Wakil Direktur II, Dr. Karnaji, S.Sos., M.Si., bersama Koordinator Program Studi Magister Ilmu Forensik, Arofi Kurniawan, drg., Ph.D. Kegiatan evaluasi mendalam ini juga didampingi secara penuh oleh segenap dosen dan tenaga kependidikan (tendik) dilingkungan Sekolah Pascasarjana UNAIR, menunjukkan komitmen kolektif institusi dalam merawat mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan akuntabel.

Mendidik Nurani dan Ketelitian Ilmiah

Sebagai salah satu garda terdepan pendidikan tinggi multidisiplin di Indonesia, Program Studi Magister Ilmu Forensik UNAIR terus memantapkan posisinya. Magister Ilmu Forensik sendiri merupakan program pendidikan lanjutan yang mengeksplorasi aspek analisis ilmiah dalam konteks investigasi kriminal. Dalam program ini, siswa belajar tentang teknik mengumpulkan dan menafsirkan bukti fisik, digital, dan testimonial yang relevan dalam proses hukum.

Fokus utamanya adalah mengembangkan pemahaman mendalam tentang metode forensik, antara lain analisis sidik jari, analisis DNA, analisis tulisan tangan, dan lain-lain. Siswa juga mempelajari prinsip-prinsip toksikologi, antropologi forensik, dan analisis balistik.

Sepanjang studi mereka, siswa memperoleh keterampilan praktis dalam mengumpulkan, mengamankan, dan menganalisis bukti yang dapat digunakan di pengadilan. Mereka diajarkan tentang teknologi terkini dalam ilmu forensik, termasuk perangkat lunak pemrosesan data digital dan teknik identifikasi tingkat lanjut.

Melalui Audit Mutu Internal ini, standar pengelolaan akademik, sarana penunjang laboratorium, hingga tata kelola tridharma perguruan tinggi di Prodi Magister Ilmu Forensik diselisik secara objektif dan konstruktif oleh para auditor. Langkah ini bukan sekadar pemenuhan administratif rutin, melainkan ikhtiar moral institusional untuk memastikan bahwa setiap lulusan yang lahir dari rahim UNAIR benar-benar siap menjawab kompleksitas tantangan hukum dan investigasi modern di tanah air.

Sebab, pada akhirnya, mutu pendidikan forensik yang terjaga hari ini adalah fondasi kokoh tegaknya keadilan di ruang-ruang peradilan esok hari.