Universitas Airlangga Official Website

Peace Vaganza Sekolah Pascasarjana Unair Hadirkan Empat Bupati dalam Leaders Talk

Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) menggelar Peace Vaganza (Postgraduate School Education Expo and Leader Talk) dengan menghadirkan empat kepala daerah atau bupati dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam Leaders Talk.

Empat bupati tersebut, yakni Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo SSos MSM, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi MBA MEK, Bupati Pasuruan yang diwakilkan Wakil Bupati M Shohib Asrori, dan Bupati Belu NTT Willybrodus Lay SH. Mereka memaparkan program-program unggulan mereka.

Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Prof Dr Achmad Chusnu Romdhoni dr SpTHTBKL SubspOnk(K) FICS mengatakan, Peace Vaganza yang digelar kali pertama ini sebagai cara untuk memperkenalkan program studi (prodi) yang ada di Sekolah Pascasarjana Unair.

Para kepala program studi dan sejumlah mahasiswa juga dilibatkan untuk membuka stand dan memberikan informasi dari prodi masing-masing. Selain itu, juga mengundang para kepala daerah, kepala dinas, dan dosen.

“Kita sebagai sekolah pascasarjana yang mahasiswanya itu adalah seseorang atau pemangku jabatan, pemangku kepentingan di tempatnya masing-masing itu kita sinergikan. Sehingga, nantinya kemampuan yang beliau dapat dari sekolah pascasarjana ini nanti bisa diimplementasikan saat beliau lulus, dan sebagai alumni di sini bisa bersinergi satu dengan yang lainnya,” ujar Prof Romdhoni saat ditemui Suara Merdeka Surabaya usai acara Peace Vaganza di ASEEC Tower Unair Kampus B Dharmawangsa Surabaya, Rabu, 4 Februari 2026.

Dalam kesempatan ini, Sekolah Pascasarjana Unair juga menjalin kerja sama dengan mitra daerah, seperti pemerintah daerah, kepolisian, Badan Riset Nasional, perguruan tinggi, instansi pemerintah daerah, dan pihak swasta.

“Kerja sama yang mudah, yang kelihatan apabila ada sumber daya manusia ataupun pegawai yang ada di sana yang belum bersekolah lanjut, bisa memilih pascasarjana sebagai pilihan itu dan dengan potensi yang mereka punya mereka ingin mengemban apa, maka kita coba untuk memfasilitasi atau mengkatalis itu dari menjadi suatu yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Bupati Belu NTT Willybrodus Lay mengatakan, pihaknya mendukung penuh program Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto, salah satunya pemberian susu untuk anak sekolah. Namun, di daerah tersebut tidak ada sapi perah, sehingga Willy membuat program tanam rumput dan penyediaan pakan ternak untuk sapi perah dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan.

“Kita kan bekerja sama dengan Pasuruan, kita bisa ambil dari Pasuruan untuk sapi perah kita bawa ke NTT. Pakannya sudah siap baru kita ambil ternaknya, kita datang belajar dulu karena sapi perah membutuhkan skill atau keahlian untuk bagaimana bisa merawat bisa perah sapi, bisa memberi makanan secara baik, sehingga hasilnya juga bisa baik, jadi kita akan belajar setelah belajar baru kita pengadaan sapi,” terangnya.

Sedangkan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, sejumlah program yang ada berjalan dengan baik dan melampaui target. Mulai dari swasembada pangan, produksi padi, koperasi desa merah putih, makan bergizi gratis (MBG), hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Source : Website Suara Merdeka Surabaya/Catur Irawan

“Alhamdulillah tadi yang ditargetkan kita 100 persen yang kita capai, untuk produksi padi satu juta ton lebih yang kita capai untuk tahun 2025, begitu juga koperasi desa merah putih, makan bergizi gratis sudah hampir 75 persen siswa yang telah terlayani melalui MBG ini,” pungkasnya.

Sumber : Suara Merdeka Surabaya