Colibacillosis, merupakan penyakit unggas yang disebabkan oleh avian pathogenic Escherichia coli (APEC), terus menjadi tantangan yang signifikan baik di Indonesia maupun di industri unggas global. APEC dapat menyebar melalui kontak langsung antara hewan yang terinfeksi dan yang sehat, serta melalui lingkungan yang terkontaminasi, seperti air minum, pakan, dan peralatan peternakan. Colibacilosis dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar yang disebabkan oleh penurunan daya tetas, hasil produksi yang berkurang, tingkat morbiditas dan mortalitas yang meningkat, serta peningkatan biaya medis. Sejalan dengan pelarangan penggunaan feed additive yang mengandung hormon dan/atau antibiotik tertentu, terdapat peluang untuk mengembangkan alternatif antibiotic growth promoters (AGPs) yang efektif untuk meningkatkan produksi. Kebersihan lingkungan dan manajemen peternakan yang buruk dapat meningkatkan risiko penyebaran APEC. Oleh karena itu, strategi seperti vaksinasi dan penggunaan probiotik sedang dikembangkan untuk mengendalikan APEC tanpa penggunaan antibiotic. Latar Belakang dan Tujuan penelitian ini adalah adanya bakteri yang resisten terhadap antibiotik akibat meluasnya penggunaan AGP memberikan peluang eksplorasi bahan alternatif yang berkelanjutan untuk mendukung produksi unggas. Penelitian ini mengevaluasi efikasi probiotik Lacticaseibacillus paracasei sebagai alternatif pengganti AGP pada ayam pedaging yang ditantang dengan avian pathogenic Escherichia coli (APEC), dengan fokus pada kinerja pertumbuhan, status antioksidan, metabolisme lipid, dan profil hematologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan probiotik secara signifikan dapat memperbaiki feed conversion ratio (FCR), meningkatkan pertambahan berat badan, dan effisiensi pakan (p <0,05), dimana perlakuan pada kelompok T3 (diinfeksi APEC + probiotic, 0.5% L. paracasei) memberikan hasil yang paling baik. Aktivitas SOD secara nyata lebih tinggi, dan tingkat MDA berkurang pada unggas yang diberi probiotik dibandingkan dengan kelompok AGP dan kelompok yang terinfeksi. Selain itu, pemberian L. paracasei menghasilkan penurunan yang signifikan dalam kadar kolesterol total dan LDL sambil mempertahankan konsentrasi HDL. Kadar hemoglobin dan trombosit tidak terlalu terpengaruh, meskipun profil hematologi secara keseluruhan tetap stabil di seluruh kelompok
Penulis: Widya Paramita Lokapirnasari
Link artikel: https://www.veterinaryworld.org/Vol.18/May-2025/10.pdf





