Universitas Airlangga Official Website

Potensi Nanopartikel Emas dalam Terapi Kanker

Sumber; depositphoto
Sumber; depositphoto

Nanopartikel emas (AuNPs) telah menarik perhatian yang signifikan karena berbagai aplikasi potensialnya. Dengan ukuran yang sangat kecil, AuNPs memiliki kemampuan untuk menembus jaringan dan menargetkan sel-sel imun, termasuk jaringan limfoid. Karakteristik ini menjadikan AuNPs berharga dalam aplikasi seperti imunoterapi, pengantaran obat, dan terapi antikanker. Selain itu, AuNPs juga diakui sebagai nano-sensor, biomarker, sensor kolorimetri, agen antibakteri, dan antioksidan. Meski demikian, metode sintesis fisik dan kimia konvensional memiliki kelemahan terkait dampak lingkungan dan potensi bahaya bagi kesehatan manusia, yang membatasi penggunaannya di bidang sensitif seperti makanan dan obat-obatan.

Dalam merespons kebutuhan akan praktik yang berkelanjutan, peneliti kini beralih ke metode sintesis AuNPs yang lebih ramah lingkungan. Salah satu metode yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan sistem biologis, termasuk mikroba, jamur, dan ekstrak tanaman. Proses sintesis yang menggunakan tanaman, seperti pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis), semakin menarik karena kemudahan penanganannya dan kemampuan untuk mengontrol ukuran serta bentuk nanopartikel. Senyawa fitokimia, seperti flavonoid, polifenol, dan alkaloid, memainkan peran penting dalam reduksi ion emas, yang menghasilkan AuNPs yang stabil dan biokompatibel.

Tanaman pecut kuda adalah tanaman herba yang banyak ditemukan di daerah tropis dan dikenal memiliki kandungan metabolit sekunder yang kaya, termasuk alkaloid, flavonoid, dan fenol. Senyawa-senyawa ini telah diteliti secara luas untuk potensi terapeutiknya. Tanaman ini memiliki beragam khasiat, mulai dari antasid, analgesik, antiinflamasi, hingga diuretik, menjadikannya sebagai komponen penting dalam pengobatan herbal. Penelitian ini merupakan yang pertama yang memperkenalkan sintesis hijau nanopartikel emas menggunakan ekstrak daun pecut kuda. AuNPs yang dihasilkan dianalisis secara komprehensif menggunakan UV-Vis spektroskopi, FT-IR, mikroskop elektron pemindaian (SEM), dan pengukur ukuran partikel. Potensi antikanker AuNPs dieksplorasi terhadap garis sel kanker payudara MCF7, dengan penilaian terhadap tingkat mRNA dari onkogen Cyclin-D1 dan c-Myc.

Hasil analisis menunjukkan bahwa AuNPs memiliki efek inhibisi yang signifikan terhadap viabilitas sel, dengan nilai IC50 sebesar 19,53 µg/mL. Ini menunjukkan efek anti-proliferatif yang kuat dari AuNPs, memberikan wawasan berharga mengenai potensi terapeutiknya dalam pengobatan kanker. Pengujian lebih lanjut menunjukkan bahwa AuNPs mampu menurunkan tingkat ekspresi onkogen MYC dan Cyclin D1 secara signifikan. Pada dosis 25 µg/mL, ekspresi MYC berkurang sebesar 24%, sementara pada dosis 50 µg/mL, pengurangan mencapai 63%. Demikian pula, AuNPs pada dosis yang sama menunjukkan penurunan CCND1 sebesar 64% dan 70%. Temuan ini menunjukkan bahwa AuNPs dapat memodulasi ekspresi onkogen kunci, yang merupakan salah satu penyebab utama dari keganasan kanker.

Sintesis AuNPs menggunakan ekstrak daun pecut kuda menunjukkan terobosan dalam hal biaya, kecepatan, dan keselamatan, menghilangkan kebutuhan akan bahan kimia beracun. Analisis menunjukkan bahwa AuNPs yang dihasilkan memiliki sifat antikanker yang luar biasa, dengan nilai IC50 yang menjanjikan. Temuan ini tidak hanya menyoroti potensi AuNPs sebagai alat yang berharga dalam pengobatan kanker, tetapi juga menekankan pentingnya metode sintesis yang ramah lingkungan dan ekonomis untuk nanomaterial dengan aplikasi biomedis. Studi ini membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut, terutama melalui uji in vivo, untuk menilai secara komprehensif efektivitas terapeutik dan keamanan AuNPs. Dengan demikian, nanopartikel emas memiliki prospek yang cerah dalam pengembangan terapi kanker yang lebih efektif dan aman.

Penulis: Firli Rahmah Primula Dewi, S.Si., M.Si., Ph.D.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/green-synthesis-of-gold-nanoparticles-from-stachytarpheta-jamaice