n

Universitas Airlangga Official Website

PPKK UNAIR dan Dr. Suko Hardjono Menangkan ”Anugerah Kemahasiswaan 2017”

anugerah kemahasiswaan
DR. Suko Hardjono (kedua dari kiri) ketika menerima piagam “Lifetime Achievement Bidang Kemahasiswaan 2017” dari Dirjen Belmawa Prof. Intan Ahmad. (Foto: Mawa UNAIR)

UNAIR NEWS – Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi dalam segala bentuk kegiatan Bidang Kemahasiswaan di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menyelenggarakan “Malam Anugerah Kemahasiswaan Tahun 2017”, di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (6/12) kemarin. Tujuannya untuk memotivasi agar terus berkarya dalam penalaran, kreativitas, minat, bakat, dan mental spiritual mahasiswa.

Diantara banyak penerima anugerah Kemenristekdikti tahun 2017 tersebut, Universitas Airlangga memperoleh dua bidang. Pertama, Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) UNAIR terpilih sebagai Pusat Karir Terbaik, bersama Universitas Indonesia (UI). Selain itu, tokoh penggiat kegiatan kemahasiswaan baik lokal, regional dan nasional, yaitu Dr. Suko Hardjono, Drs., Apt., terpilih sebagai Lifetime Achievement Bidang Kemahasiswaan.

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga ini memperoleh predikat serupa bersama dengan sejawatnya, Dr. Rudolf Woodrow Matindas dari UI. Suko Hardjono sudah membukukan kiprahnya di bidang kemahasiswaan itu dalam buku “Suko Hardjono, Mengawal Airlangga Tanpa Henti” yang diterbitkan pada tahun 2013.

Menristekdikti Prof. Mohamad Nasir dalam sambutannya menyampaikan, peningkatan kualitas mahasiswa bukan hanya melalui kegiatan akademik atau pembelajaran di kelas, tetapi perlu melalui kegiatan lain seperti pembentukan kemampuan soft skills yang dapat dikemas melalui kegiatan kemahasiswaan.

“Ini yang menjadikan kegiatan kemahasiswaan memiliki posisi strategis dalam pembentukan SDM Indonesia di masa mendatang. Kemampuan intelektual yang baik, harus didukung oleh kemampuan soft skills yang baik juga. Bekali mahasiswa untuk menghadapi era milenial seperti sekarang ini,” pesan Prof. Moh Nasir.

Pada kesempatan sama, Direktur Jenderal Belmawa Prof. Intan Ahmad juga mengatakan, betapa pentingnya kegiatan kemahasiswaan dalam menghadapi problematik di abad 21 ini. jadi, membentuk kemampuan dalam menguasai sains dan humaniora kemahasiswaan harus terus digalakkan.

”Kita memang telah mempunyai inovasi, sains, dan teknologi, tetapi tanpa dibarengi dengan kegiatan kemahasiswaan yang baik, kita kurang siap untuk memenangkan persaingan di era milenial ini. Mahasiswa harus terus terlatih dan melakukan kolaborasi dengan kegiatan kemahasiswaan yang ada,” tutur Dirjen Intan.

Pada acara ini, turut hadir 189 peserta yang terdiri dari Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Bidang Kemahasiswaan, Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Bidang Kemahasiswaan, Penerima Penghargaan, dan Sekretaris Pelaksana Kopertis I hingga XIV seluruh Indonesia.

Dalam press release yang disampaikan Ardian Syaputra, dari Biro Kerjasama dan Kompublik  serta Layanan Informasi Ditjen Belmawa, juga dirinci semua pemenang Anugerah Bidang Kemahasiswaan Tahun 2017 ini.

BUKU yang mengisahkan keaktifan Dr. Suko Hardjono dalam kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan lain di UNAIR. (Foto: Bambang bes)

Kategori Pelaksana Kegiatan Kemahasiswaan (ada sebelas kegiatan): Kontes Robot Indonesia (KRI/Universitas Pendidikan Indonesia), MTQ Mahasiswa Nasional (Unibraw dan UM Malang), PIMNAS (Universitas Muslim Indonesia, Makassar), POMNAS(Universitas Hasanuddin), Sukan Malaysia Indonesia (SUKMALINDO) (Universitas Negeri Semarang), EXPO Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (Poltek Negeri Pontianak), National University Debate Championship (Universitas PGRI Semarang), Kontes Mobil Hemat Energi (ITS Surabaya), Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI/ITS), Pagelaran Mahasiswa Nasional Bid. TIK (GEMASTIK/ UI), KKN Kebangsaan (Universitas Negeri Gorontalo).

Pemenang Kategori Prestasi Kegiatan Internasional: Juara Umum Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Peraih First Prize pada Ajang IMC, Universitas Pelita Harapan, Peraih Medali Universiade, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Negeri Semarang, dan Universiatas Negeri Medan.

Pemenang Pengelola Bidikmisi Terbaik: Terbaik I, Universitas Negeri Semarang; Terbaik II, Universitas Andalas, dan Terbaik III Universitas Malikussaleh. Pemenang Pusat Karir Terbaik: Universitas Indonesia bersama PPKK Universitas Airlangga Surabaya.

Kategori Punggawa Kemahasiswaan Purna Bhakti (Tahun 2015-2017); Dr. Senawi. Kategori “Lifetime Achievement Bidang Kemahasiswaan” : Dr. Rudolf W. Matindas (UI) dan Dr. Suko Hardjono, dr., Apt (UNAIR).

Kategori Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan Terbaik: PT Non Politeknik (UGM), PT Politeknik (PEN Surabaya). Kategori Lembaga Donor dan Mitra: Tanoto Foundation, OSC Metro TV, Panasonic, Pertamina, Lippo Group, Mandiri, BRI, BNI, BTN, BCA, Yayasan Orbit, Baznas, Dompet Dhuafa, FDR, Shell, XL Center, dan KONI Pusat.

”Kami ucapkan selamat kepada semua pihak yang telah meraih anugerah Kemahasiswaan 2017 ini. Semoga dapat memotivasi untuk terus bersama kami melakukan berbagai aktivitas yang lebih berkualitas, bermakna bagi pendidikan anak bangsa,” tutup Menteri Prof. Moh Nasir. (*)

Penulis : Bambang Bes