Universitas Airlangga Official Website

Prevalensi Gizi Balita dan Pangan Rumah Tangga

Prevalensi Gizi Balita dan Pangan Rumah Tangga
Photo by Hermina

Indonesia memiliki prevalensi stunting yang tinggi dan bervariasi antar wilayah. Pemerintah pada awalnya sudah spesifik dan sensitif program gizi. Namun, hanya sedikit penelitian yang menyelidiki prevalensi stunting di daerah rawan pangan dan kaitannya dengan program gizi. Telah dilakukan penelitian di Kabupaten Jombang, Propinsi Jawa Timur dengan tujuan menghitung prevalensi stunting dan hubungannya dengan faktor sosial ekonomi dan intervensi gizi program yang diterima oleh anak-anak atau keluarga mereka di wilayah ketahanan pangan.

Penelitian cross-sectional ini melibatkan 140 anak balita dan orang tua/ pengasuh. Kabupaten Jombang dipilih sebagai lokasi penelitian berdasarkan lima indikator: tingginya proporsi sub-ketahanan pangan kabupaten, tingginya jumlah anak di bawah usia lima, cakupan vitamin A yang tinggi, memiliki efek yang relatif prevalensi kesulitan stunting lebih rendah dibandingkan ke kabupaten lain, namun masih ada tantangan gizi yang bersifat akut dan kronis masalah. Dilakukan pengukuran antropometri dan food expenditure.

Prevalensi stunting sebesar 38,6%. Faktor yang berkorelasi signifikan dengan  stunting adalah tingkat pendidikan ibu (p=0.01), makanan rumah tangga pengeluaran pada kelompok makanan hewani (p=0,009), makanan siap saji (p=0.002), total pengeluaran makanan (p=0.003), dan informasi kesehatan pekerja tentang penggunaan garam beryodium (p=0,033). Prevalensi stunting tergolong tinggi ini terdapat di daerah yang rawan pangan. Oleh karena itu, meningkatkan ibu pendidikan dan peningkatan akses pangan rumah tangga, khususnya protein hewani dan makanan siap saji, dapat menjadi strategi potensial untuk mengurangi permasalahan stunting daerah yang aman pangan.

Penulis: Annis Catur Adi, Rian Diana, Dini Ririn Andrias, Deandra Ardya R.Sutoyo dan Wizara Salisa,

Link: https://jnfs.ssu.ac.ir/article-1-711-en.html

Baca juga: Gambaran Status Gizi Siswa Remaja Putri dan Kaitannya Dengan Prevalensi Stunting