Universitas Airlangga Official Website

Risiko Diabetes Mellitus pada Pria Usia Produktif di India

Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan serius yang terus meningkat dan dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada populasi masyarakat di banyak negara. India sebagai negara dengan jumlah kasus DM tertinggi kedua di dunia setelah Cina memiliki sekitar 77 juta kasus pada orang dewasa usia 20-79 tahun dan diperkirakan meningkat sebesar 134 juta pada tahun 2045. Penyebab terjadinya kejadian DM pada orang dewasa adalah multifaktorial.

Diabetes mellitus sering dikenal sebagai silent killer karena dapat memengaruhi fungsi setiap organ dalam tubuh dan menyebabkan penyakit lain seperti katarak, penyakit jantung, penyakit ginjal, impotensi, luka yang tidak sembuh, infeksi paru-paru, infeksi pembuluh darah, stroke, dan sebagainya.

Faktor risiko DM dibagi menjadi dua kategori, yaitu faktor yang dapat diubah dan faktor yang tidak dapat diubah. Contoh faktor yang dapat diubah adalah pola makan, konsumsi alkohol, merokok, aktivitas fisik, pekerjaan, tingkat pendidikan, indeks massa tubuh (BMI), dan lingkar pinggang. Sementara itu, faktor yang tidak dapat diubah adalah usia, jenis kelamin, dan faktor genetik.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada pria usia 15-49 tahun di India dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sumber data yaitu data sekunder National Family Health Survey 2015-2016 (NHFS-4). Besar sampel penelitian adalah populasi pria usia 15-49 tahun di 157 wilayah pedesaan dan perkotaan di India. Variabel bebas yang diteliti adalah umur, konsumsi daging, konsumsi alkohol, konsumsi fried food, kebiasaan merokok, status ekonomi, tingkat pendidikan, tempat tinggal, status pekerjaan. Sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian DM tipe 2.

Berdasarkan data NHFS-4, terdapat 35.282 responden yang akan dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa laki-laki yang menderita DM jauh lebih sedikit dibanding dengan yang tidak menderita. Sejumla 34.484 orang (97,7%) tidak menderita DM sedangkan 798 orang yang menderita DM (2,3%).Top of Form

Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara umur, konsumsi daging, konsumsi alkohol, konsumsi fried food, merokok, status ekonomi, tingkat pendidikan, tempat tinggal dengan kejadian DM pada pria usia 15-49 tahun di India (p<0.05). Hasil uji regresi logistik menunjukkan faktor yang berpengaruh signifikan adalah umur, kebiasaan merokok, dan status ekonomi (p<0.05).Sedangkan, faktor risiko yang paling berpengaruh adalah status ekonomi kaya dengan OR sebesar 0.628 kali lebih tinggi mengalami DM tipe 2.

Berdasarkan pendapat para ahli dalam buku Pengantar Gizi Manusia, status sosial ekonomi memiliki hubungan dengan gaya hidup, di mana peningkatan status sosial ekonomi mengakibatkan peningkatan gaya hidup, terutama dalam pilihan makanan. Terjadi perubahan dalam pola makan masyarakat yang jauh dari konsep gizi seimbang akibat perubahan sosial ekonomi dan selera masyarakat. Selain itu, perkembangan media sosial dan kemudahan akses terhadap makanan telah membuat orang dari kelas sosial ekonomi atas cenderung memilih makanan yang tinggi kalori dan lemak jenuh, meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.

Selain itu, kemudahan transportasi saat ini membuat aktivitas berjalan menjadi kurang sering dan mereka memiliki kebiasaan duduk lebih banyak daripada pekerja dari status sosial yang lebih rendah yang cenderung memiliki pekerjaan dengan aktivitas fisik yang lebih banyak. Hal ini dapat menyebabkan risiko obesitas dan mengarah pada penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2.

Peneliti menyarankan pentingnya penyuluhan kepada masyarakat yang melibatkan pemerintah dan lintas sektor seperti pusat kesehatan, kantor kesehatan, dan pejabat desa di India mengenai cara mencegah, faktor risiko, dan cara mengatasi diabetes tipe 2. Masyarakat perlu diberi pendidikan tentang penyakit diabetes tipe 2 untuk mengurangi ketidaksetaraan pengetahuan di antara lingkaran sosial ekonomi kaya, menengah, dan miskin.

Penulis: Prof. Trias Mahmudiono, SKM., MPH., GCAS., Ph.D

Informasi detail dari npenelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di: Siahaan, M. F., Mahmudiono, T., Mahmudah, M., Melaniani, S., & Wulandari, S. . (2023). RISK FACTORS FOR DIABETES MELLITUS IN MEN OF PRODUCTIVE AGE IN INDIA (NATIONAL FAMILY HEALTH SURVEY 2015-2016). Jurnal Biometrika Dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population)12(1), 22–31. https://doi.org/10.20473/jbk.v12i1.2023.22-31