Universitas Airlangga Official Website

Sekretom: Terapi Regeneratif untuk Robekan Rotator Cuff?

Sekretom: Terapi Regeneratif untuk Robekan Rotator Cuff?
Sumber: Alodokter

Robeknya rotator cuff adalah penyebab utama nyeri bahu dan disfungsi, terutama pada individu di atas 60 tahun. Rotator cuff adalah sekelompok otot dan tendon yang mengelilingi sendi bahu, memberikan stabilitas dan memungkinkan rentang gerak yang luas. Robeknya tendon rotator cuff dapat terjadi karena cedera akut, seperti jatuh atau mengangkat benda berat, atau karena degenerasi tendon seiring bertambahnya usia. Kondis ini dapat menyebabkan nyeri, kelemahan, dan keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mengangkat lengan, meraih benda di atas kepala, atau bahkan menyisir rambut.

Perbaikan robekan rotator cuff secara bedah seringkali memiliki tingkat kegagalan yang tinggi, berkisar antara 20% hingga 90%. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk usia pasien, ukuran robekan, dan kualitas jaringan tendon. Selain itu, tendon memiliki sifat yang kurang vaskularisasi (sedikit pembuluh darah), yang menyebabkan pembentukan jaringan parut dan penyembuhan yang tidak optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi baru untuk meningkatkan penyembuhan tendon dan mengurangi tingkat kegagalan operasi.

Sekretom Sel Punca Mesenkim: Harapan Baru dalam Pengobatan Tendon

Salah satu pendekatan terapi regeneratif yang menjanjikan adalah penggunaan sekretom sel punca mesenkim (MSCs). Sel punca mesenkim adalah sel dewasa yang memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel, termasuk sel tendon. Sekretom adalah kumpulan faktor pertumbuhan, sitokin, dan molekul bioaktif lainnya yang dilepaskan oleh sel. Sekretom MSCs telah terbukti memiliki efek regeneratif pada berbagai jaringan, termasuk tendon, tulang rawan, dan tulang.

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas sekretom dalam penyembuhan robekan rotator cuff pada kelinci. Hipotesisnya adalah sekretom MSCs dapat meningkatkan penyembuhan tendon dengan merangsang pembentukan kolagen, meningkatkan vaskularisasi, dan mengurangi jaringan parut.

Desain Penelitian dan Metode

Penelitian ini menggunakan 20 ekor kelinci putih New Zealand yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok perlakuan (diinjeksi sekretom) dan kelompok kontrol (tanpa injeksi sekretom). Robeknya tendon supraspinatus (salah satu otot rotator cuff) dibuat secara bedah pada semua kelinci. Kelompok perlakuan kemudian menerima injeksi sekretom kering-beku pada tendon yang diperbaiki.

Evaluasi histologis (jaringan) dilakukan pada minggu kedua dan keempat setelah perlakuan. Parameter yang diamati meliputi:

  • Ekspresi TGF-β, Scleraxis, dan Kolagen tipe III: diukur dengan imunohistokimia. TGF-β adalah faktor pertumbuhan yang berperan penting dalam sintesis kolagen, Scleraxis memfasilitasi perlekatan tendon ke tulang, dan Kolagen tipe III penting untuk perbaikan awal tendon.
  • Skor Pematangan Tendon: menilai kualitas penyembuhan tendon berdasarkan organisasi serat kolagen, kepadatan sel, dan vaskularisasi.
  • Jumlah pembuluh darah, fibroblas, dan jaringan fibrotik: diamati secara mikroskopis.

Hasil Penelitian: Sekretom Meningkatkan Penyembuhan Tendon

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan menunjukkan peningkatan ekspresi TGF-β, Scleraxis, dan Kolagen tipe III dibandingkan kelompok kontrol.

Secara histologis, kelompok perlakuan menunjukkan:

  • Skor Pematangan Tendon yang lebih tinggi.
  • Peningkatan jumlah pembuluh darah dan fibroblas.
  • Penurunan jumlah jaringan fibrotik.

Hal ini menunjukkan bahwa sekretom meningkatkan regenerasi tendon dengan merangsang pembentukan kolagen, meningkatkan vaskularisasi, dan mengurangi jaringan parut. Peningkatan vaskularisasi sangat penting untuk menyediakan nutrisi dan oksigen ke jaringan tendon yang sedang memperbaiki diri.

Potensi Sekretom dalam Terapi Regeneratif

Penelitian ini memberikan bukti bahwa sekretom MSCs berpotensi sebagai terapi regeneratif untuk robekan rotator cuff. Sekretom dapat meningkatkan penyembuhan tendon dan mengurangi komplikasi pasca operasi, seperti kegagalan perbaikan dan pembentukan jaringan parut yang berlebihan.

Meskipun hasil penelitian ini menjanjikan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan sekretom pada manusia. Penelitian selanjutnya perlu mencakup uji klinis pada manusia dengan robekan rotator cuff untuk menilai efektivitas sekretom dalam meningkatkan penyembuhan tendon, mengurangi nyeri, dan memulihkan fungsi bahu.

Sekretom MSCs meningkatkan penyembuhan tendon pada robekan rotator cuff pada kelinci. Selain itu, sekretom juga dapat merangsang pembentukan kolagen, meningkatkan vaskularisasi, dan mengurangi jaringan parut. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menerapkan sekretom pada manusia.

Penulis: Teddy Heri Wardhana, dr., Sp.OT(K).

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/the-effect-of-secretome-injection-on-tendon-healing-of-rotator-cu

Baca juga: Sel Punca dan Sekretom dalam Perbaikan Cedera Pleksus Brakialis