Universitas Airlangga Official Website

Sifat Antibakteri Periodontopatogen PMMA-HA sebagai Kandidat Implan Gigi Biomaterial in vitro

Kemajuan Modifikasi Permukaan Implan dengan Perlakuan Alkaline-Heat
Sumber: KlikDokter

Bakteri periodontopatogen merupakan bakteri Gram negative anaerob yang sering menyebabkan kondisi periimplantitis seperti  juga  bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Porphyromonas gingivalis, dan Fusobacterium nukleatum yang banyak kita jumpai dalam rongga mulut. Salah satu bahan alternatif untuk implan gigi adalah komposit polimetil metakrilat (PMMA) dan hidroksiapatit (HA). PMMA adalah aloplastik yang paling umum digunakan dan merupakan biomaterial yang banyak digunakan karena kekuatan mekaniknya yang baik, harga yang relatif murah, dan stabilitas kimiawi. HA merupakan bahan biokompatibel yang merupakan bahan utama dalam mineral tulang dan mudah ditemukan.

HA memiliki sifat osteokonduktif yang memberikan pertumbuhan kimiawi dari adhesi tulang dan jaringan tanpa menyebabkan toksisitas lokal atau sistemik. Kombinasi PMMA dan HA meningkatkan biokompatibilitas, osteokonduktivitas, dan sifat mekanik komposit. Kombinasi PMMA-HA menyediakan tempat untuk pertumbuhan dan proliferasi, dengan demikian, pembentukan kalus terlihat, seperti halnya adanya osteoblas pada fraktur vertebra.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat antibakteri dari kombinasi Polymethylmethacrylate (PMMA) dan Hydroxyapatite (HA) terhadap pertumbuhan F. nucleatum, P. gingivalis, dan A. actinomycetemcomitans secara in vitro.

 Metode yang digunakan dengan melakukan pengukuran zona hambat PMMA-HA terhadap bakteri periodontopatogen  dengan metode difusi. Doksisiklin 100 mg digunakan sebagai kontrol positif. sedangkan kelompok perlakuan terdiri dari 5 kelompok, yaitu; 1) kelompok PMMA, 2) kelompok PMMA-HA BBK, 3) kelompok PMMA-nanoHA, 4) kelompok HA-BBK dan 5) kelompok nanoHA. Semua sampel dari kelompok perlakuan dan kontrol positif diletakkan di atas lempeng agar yang telah diinokulasi dengan bakteri kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37áµ’C dan diukur diameter zona hambat dengan menggunakan jangka sorong. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan uji post-hoc Tukey Honest Significant Different (HSD) (p<0,05).

Hasil yang diperoleh menunjukkan : PMMA-HA memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan F. nucleatum, P. gingivalis, A. actinomycetemcomitans secara in vitro. Aktivitas antibakteri nanokomposit PMMA-HA terhadap F. nucleatum, P. gingivalis, dan A. actinomycetemcomitans lebih tinggi dibandingkan PMMA-HA-BBK (p=0,0001; p<0,05). Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan :  Nanokomposit PMMA-HA memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan F. nucleatum, P. gingivalis, dan A. actinomycetemcomitans lebih baik daripada PMMA-HA-BBK yang dapat dipertimbangkan sebagai kandidat untuk biomaterial implan gigi dengan antibakteri periodontopatogen untuk mencegah peri-implantitis.

Penulis: Prof. Dr. Rini Devijanti Ridwan, drg., M.Kes.

Untuk membaca artikel lengkap melalui tautan berikut:

https://www.proquest.com/openview/468e961d89143eacf5bbcac7aedf40eb/1?pq-origsite=gscholar&cbl=1096441