Pembuka Tulisan
Material karbon merupakan material multifungsi yang dapat digunakan ke berbagai macam aplikasi dalam bidang konstruksi, elektronika, energi, lingkungan, medis, agrikultur, dan sebagainya. Material karbon dapat terbentuk dengan berbagai macam fasa, misalkan karbon aktif, grafit, grafena, carbon nanotube (CNT), karbon nanodot, dan intan. Perkembangan teknologi material sains mendukung pengembangan material karbon ini sehingga menjadi material yang cukup mumpuni untuk diaplikasikan ke berbagai macam kegunaan. Khususnya, dengan menggunakan teknik sintesa yang tepat, material carbon berdimensi rendah bisa didapatkan. Material karbon dengan dimensi rendah memiliki keunggulan yang sangat signifikan jika diaplikasikan pada suatu sistem.
Salah satu tipe karbon berdimansi rendah adalah grafena. Grafena merupakan material dua dimensi (2D) yang memiliki keunggulan, misalkan energi permukaan yang tinggi, konduktifitas yang tinggi, dan densitas yang rendah. Untuk itu grafena dapat diaplikasikan keberbagai macam kegunaan, misalkan sebagai salah satu komponen elektroda pada baterai. Untuk meningkatkan kemampuannya sebegai elektroda, grafena terus dikembangkan. Salah satunya memodifikasi grafena menjadi reduced graphene oxides (rGO). rGO memiliki kemampuan yang lebih baik daripada grafena sebagai elektroda pada baterai.
Penjelas / Isi Tulisan
rGO dapat disintesis dengan berbagai macam cara. rGO juga dapat dikembangkan dari material-material alam bahkan material sisa baterai. rGO dari bahan alam dapat dilakukan dengan menggunakan batok kelapa. Batok kelapa memiliki kandungan karbon yang sangat tinggi, sehingga hanya dengan proses sintesa yang sederhana, rGO bisa didapatkan. Terdapat beberapa metode untuk sintesis rGO, namun metode pemanasan merupakan metode yang paling sederhana dan murah. Untuk membuat rGO, batok kelapa di bakar dengan proses tanpa oksigen atau disebut pirolisis sehingga didapatkan grafit kemudian pada akhirnya rGO. Proses sintesa ini sangat penting. Misalkan pemilihan suhu yang tepat, waktu pemanasan yang sesuai dan jumlah bahan dasar yang dibutuhkan mempengaruhi kualitas rGO yang di hasilkan. rGO juga dapat dibuat dengan menggunakan lignit atau batubara coklat. Penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa rGO dapat disintesis menggunakan lignit dengan metode Hummer. Dari hasil karakterisasi menjelaskan bahwa rGO yang diseintesis dengan metode Hummer memiliki kekristalan dan morfologi yang bagus dan sangat cocok digunakan sebagai elektroda baterai.
Penutupan / Simpulan
Kualitas rGO yang terbuat dari bahan alam tidak kalah bagus dengan rGO yang diseintesa menggunakan material murni. Sehingga rGO tersebut dapat digunakan sebagai material elektroda baterai. Hal ini akan sangat menguntungkan karena akan didapatkan produk elektroda baterai yang murah dan ramah lingkungan. Dengan adanya peneitian mendalam terkait dengan rGO dari bahan alam, baterai dengan harga murah dan ramah lingkungan juga akan didapatkan sehingga penggunaan baterai untuk realisasi energi baru terbarukan akan terwujud.
Penulis: Tahta Amrillah, Ph.D





