Universitas Airlangga Official Website

Sintesis dan Karakterisasi Silika Gel Dari Lumpur Vulkanik Lapindo dengan Etanol sebagai Kosolven untuk Aplikasi Pengering

Foto by CNN Indonesia

Semburan lumpur sudah terjadi 13 tahun dan menimbulkan banyak kerugian terutama bagi warga sekitar yang berada di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Semburan lumpur diperkirakan terus mengalir dan memiliki laju alir sebesar 100 m3/hari pada 26 tahun berikutnya. Keberadaan lumpur yang melimpah menyebabkan perlu adanya pemanfaatan Lumpur Lapindo. Kajian mengenai Lumpur Lapindo menyatakan terdapat kandungan material vulkanik yang kaya mineral. Kandungan mineral yang paling banyak pada Lumpur Lapindo adalah silika sehingga berpotensi cukup besar untuk dijadikan sebagai sumber silika di Indonesia dan sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai salah satu pengembangan produksi silika gel. Oleh karena itu, pada penelitian ini dipilih untuk memanfaatkannya pada produksi silika gel. Silika gel merupakan material amorf dengan kapasitas penyerapan yang tinggi sehingga banyak dimanfaatkan sebagai penyerap kelembaban udara pada penyimpanan bahan-bahan yang bersifat higroskopis seperti produk makanan, obat-obatan, tas, sepatu, peralatan elektronik dan lain sebagainya. Hal ini nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi kreatif yang ada di daerah Sidoarjo yang terkenal dengan produksi tas dan sepatunya.

Departemmen Kimia FST Universitas Airlangga dan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo tergabung dalam riset pemanfaatan Lumpur Lapindo menjadi silika gel yang berkualitas. Kandungan silika yang tinggi dalam material lokal Lumpur Lapindo telah berhasil diekstraksi secara hidrometalurgi dengan metode sol-gel. Adanya etanol sebagai kosolven dalam proses sintesis menghasilkan sifat tekstur yang unik pada rasio yang berbeda antara etanol dan natrium silikat (e/ss). Sintesis silika gel yang dimediasi sol-gel menunjukkan sifat mesopori dengan struktur amorf, yang merupakan karakteristik khas dari silika gel. Silika gel yang diperoleh menunjukkan material nanopartikel berdiameter rata-rata 2,08 nm dengan morfologi bulat dan terhubung membentuk struktur aglomerasi. Silika gel dengan perbandingan e/ss 5:5 menunjukkan luas permukaan spesifik 103 m2/g dan kapasitas adsorpsi tertinggi yang diukur dengan metode gravimetri konvensional dan analisis termogravimetri, masing-masing hasilnya sebesar 10,56% dan 11,20% gwater/gsilica. Pada beberapa karakterisasi menunjukkan bahwa silika gel yang disintesis dengan kosolven etanol memiliki jumlah hidroksil yang tinggi dan sisi aktif yang lebih banyak di permukaannya, yang bermanfaat untuk proses adsorpsi. Pada penelitian ini juga telah dibandingkan antara silika gel hasil ekstraksi dengan beberapa silika gel komersial. Hasilnya menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi silika gel yang disintesis dari Lumpur Lapindo lebih tinggi 6 kalinya daripada silika gel komersial, sehingga dapat disimpulkan bahwa silika gel dari Lumpur Lapindo menunjukkan kinerja yang sangat baik untuk aplikasi pengering/desikan. Peneliti berharap hal ini dapat menjadi terobosan terbaru untuk pengembangan dan pemanfaatan Lumpur Lapindo yang sangat melimpah dan bahkan dianggap sebagai limbah dan bencana bagi warga Sidoarjo.

Penulis: Qurrota A’yuni, S.Si., M.Si.

Jurnal: Synthesis and characterization of silica gel from Lapindo volcanic mud with ethanol as a cosolvent for desiccant applications