Universitas Airlangga Official Website

Pemodelan Stunting pada Balita Menggunakan Model Regresi Logistik Ordinal Parametrik dan Nonparametrik

Foto by Sindikasi

Salah satu isu strategis yang menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan di Indonesia yang dihasilkan dari Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2019 adalah stunting. Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya. Meskipun Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyatakan adanya penurunan angka stunting dari 37,2% (tahun 2013) menjadi 30,8% (tahun 2017), angka ini masih lebih tinggi dari angka stunting maksimal yang ditetapkan WHO yaitu sebesar 20%. Pemerintah harus serius menangani stunting karena dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang. Penurunan kejadian stunting pada balita penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting dapat mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak optimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga membuat anak lebih rentan terhadap penyakit. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis saat dewasa.

Ada dua cara pendekatan dalam pemodelan regresi, yaitu pendekatan regresi parametrik dan regresi nonparametrik. Regresi parametrik yang dikenal dengan pendekatan global mengasumsikan bahwa model regresi untuk setiap observasi memiliki parameter yang sama, sedangkan regresi nonparametrik yang dikenal dengan pendekatan lokal mengasumsikan bahwa tidak semua observasi memiliki parameter yang sama. Selanjutnya berkaitan dengan pertumbuhan anak, anak yang lahir sampai dengan usia kurang lebih satu tahun memiliki pertumbuhan fisik yang meningkat pesat dan kemudian menurun secara perlahan seiring dengan bertambahnya usia anak. Oleh karena itu, pendekatan model regresi nonparametrik secara lokal lebih cocok diterapkan pada jenis pola data ini.

Dalam publikasi ini dikembangkan model risiko kejadian stunting pada balita dengan menggunakan pendekatan regresi logistik ordinal parametrik dan nonparametrik dan kemudian akan diperoleh model terbaik. Penelitian dilakukan di desa lokus stunting di wilayah Puskesmas yang terpilih menjadi sampel, yaitu Puskesmas Glagah dan Puskesmas Paiton Kabupaten Probolinggo. Sampel yang diambil sebanyak 202 balita yang terdiri dari 80 balita dari desa Alaspandan dan Bucorwetan (wilayah Puskesmas Glagah) dan 122 balita dari desa Petunjungan dan Sukodadi (wilayah Puskesmas Paiton). Variabel respon (Y) yang digunakan dalam penelitian ini adalah status gizi balita berdasarkan indeks tinggi badan per usia yang dikategorikan menjadi tiga kategori yaitu stunting berat/sangat pendek (Y=1), stunting sedang/pendek (Y=2), dan normal (Y = 3). Sedangkan variabel prediktor (X) terdiri dari 11 variabel kontinyu yaitu berat badan lahir (X1), panjang badan lahir (X2) , paritas/anak keberapa (X3) , usia ibu (X4), tinggi badan ibu (X5) , pengetahuan gizi ibu (X6), pola asuh (X7), pelayanan kesehatan (X8), kebersihan dan sanitasi (X9), jumlah anak (X10) dan jumlah anggota keluarga (X11).

Berdasarkan analisis karakteristik variabel menunjukkan bahwa prevalensi balita yang mengalami stunting sebesar 26,7% yang terdiri dari status gizi pendek/stunting sedang sebesar 21,3% dan sangat pendek/stunting berat sebesar 5,4%. Berdasarkan pendekatan model regresi logistik ordinal parametrik, terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap stunting pada balita yaitu panjang badan lahir, tinggi badan ibu, dan pelayanan kesehatan. Nilai akurasi klasifikasi model regresi logistik ordinal parametrik sebesar 72,45%. Selanjutnya dilakukan pemodelan regresi logistik ordinal nonparametrik dan terjadi peningkatan nilai akurasi klasifikasi sebesar 73,98%. Dengan demikian, model terbaik untuk pemodelan risiko stunting pada balita di Kabupaten Probolinggo diperoleh berdasarkan pendekatan regresi logistik ordinal nonparametrik.

Penulis: Marisa Rifada

Link: https://doi.org/10.28919/cmbn/6690

Judul artikel:

Stunting Determinants Among Toddlers in Probolinggo District of Indonesia using Parametric and Nonparametric Ordinal Logistic Regression Models