Universitas Airlangga Official Website

Sistem Pembukuan Digital untuk Pebisnis Pemula

Dokumentasi acara Strategi Pembukuan Digital untuk Pebisnis Pemula pada Kamis (20/3/2025) (Foto: Rosa Maharani)
Dokumentasi acara Strategi Pembukuan Digital untuk Pebisnis Pemula pada Kamis (20/3/2025) (Foto: Rosa Maharani)

UNAIR NEWSDirektorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan webinar edukatif bagi para pebisnis pemula. Webinar bertajuk Strategi Pembukuan Digital untuk Pebisnis Pemula ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Kamis (20/3/2025). Acara ini menghadirkan Nailatul Mas’adah, senior maintainer PT Kasir Pintar Internasional, sebagai narasumber.

Nailatul memaparkan risiko pencatatan transaksi secara manual atau konvensional. Beberapa kendala yang sering terjadi antara lain kesalahan input penjualan, kecurangan karyawan, dan antrean panjang yang menyebabkan ketidakefisienan operasional. “Antrean panjang dapat menyebabkan pelanggan merasa kapok untuk melakukan pembelian kembali,” ujar Nailatul.

Selain itu, pencatatan stok bahan baku secara manual juga menyulitkan proses produksi dan pelacakan Harga Pokok Penjualan (HPP). Hal ini berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan dalam pengelolaan stok dan pencatatan keuangan. Lebih lanjut, Nailatul menekankan pentingnya pembukuan yang sistematis untuk menghindari kecurangan dan kerugian.

“Teman-teman saat memulai bisnis perlu mengadakan pencatatan baik stok maupun penjualan. Jangan dilimpahkan sepenuhnya kepada karyawan untuk menghindari risiko kecurangan,” tambahnya.

Keuangan yang tidak tercatat dengan baik juga dapat menimbulkan kesulitan dalam mengelola arus kas, inventaris, dan menurunkan transparansi bisnis. Nailatul menegaskan bahwa laporan keuangan yang rapi sangat berperan dalam mendapatkan kepercayaan investor serta mempermudah pengajuan pinjaman dan pelaporan pajak. “Jika laporan keuangan tidak tercatat atau tersimpan dengan rapi, maka investor atau pihak pajak dapat mencurigai adanya indikasi kecurangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nailatul juga menjelaskan beberapa laporan keuangan yang perlu pelaku usaha catat, seperti laporan arus kas, laba rugi, dan neraca. Menurutnya, pencatatan digital dapat mempermudah pemantauan keuangan secara harian, bulanan, dan tahunan.

Untuk mengatasi kendala pencatatan manual, Nailatul mengenalkan penggunaan sistem digital berbasis Point of Sale (POS). POS merupakan sistem atau perangkat yang digunakan dalam transaksi antara penjual dan pembeli, yang mencakup pencatatan stok, transaksi, hingga pembuatan laporan secara otomatis. “Dengan sistem seperti itu, pelaku usaha dapat memantau keuangan secara real-time tanpa harus menghitung secara manual,” katanya.

Komponen yang ada dalam sistem POS, imbuh Nailatul, baik dari segi perangkat lunak maupun perangkat keras, yang terdiri dari mesin kasir, barcode scanner, dan printer struk.Pembukuan digital memiliki berbagai manfaat utama. Seperti meningkatkan efisiensi operasional, pencatatan otomatis, manajemen stok secara real-time, meningkatkan kepuasan pelanggan, evaluasi bisnis yang lebih mudah, serta keamanan transaksi yang lebih terjamin. Dengan adanya webinar ini, harapannya para pebisnis pemula dapat memahami pentingnya pembukuan digital serta mengimplementasikannya dalam usaha mereka untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi bisnis.

Penulis: Rosa Maharani
Editor: Yulia Rohmawati