Universitas Airlangga Official Website

Tahukah Anda bahwa Sistem Imunitas Seseorang Berhubungan dengan Keparahan COVID-19?

Foto by Pemkab Klaten

Tahukah anda bahwa sistem imunitas seseorang berhubungan dengan keparahan COVID-19? Jika anda tidak mengetahui maka anda selayaknya membaca artikel yang telah kami tulis dan kami publikasikan di Jurnal Internasional terindeks SCOPUS. Disebutkan bahwa COVID-19 atau coronavirus disease-19 muncul pada akhir tahun 2019, dideklarasikan sebagai pandemi pada tanggal 3 Maret 2020, dan sampai dengan tahun 2023 ini masih muncul berbagai jenis varian baru yang muncul dengan varian yang terakhir muncul adalah varian Omnicron dan turunan varian Omnicron. Varian yang muncul tersebut akibat terjadi mutasi pada protein Spike sehingga mempermudah proses penularan COVID-19 dari satu individu ke individu lainnya dan mengganggu ikatan antara bahan vaksinasi dengan protein Spike sehingga dapat menurunkan efikasi vaksinasi COVID-19.

Imunitas seseorang juga berpengaruh terhadap tingkat keparahan COVID-19. Pada dasarnya, sistem imunitas diperlukan oleh makhluk hidup untuk dapat mengeliminasi pathogen yang masuk ke dalam tubuh, khususnya pathogen yang bersifat infeksius. Sistem imunitas yang diprovokasi oleh COVID-19 adalah sitokin pro-inflamatori dimana peningkatan sitokin pro-inflamatori sampai terjadi amplifikasi sitokin pro-inflamatori. Sitokin pro-inflamatori dalam jumlah yang cukup diperlukan oleh tubuh untuk dapat mempertahankan diri dari serangan COVID-19 yang telah masuk ke dalam tubuh. Namun, dalam jumlah yang berlebihan dapat memicu terjadinya badai sitokin (cytokine storm) yang justru dapat menyebabkan kematian pada individu yang terjangkit COVID-19. Overproduksi sitokin pro-inflamatori yang berlebih berhubungan dengan destruksi atau merusak organ-organ sehingga menyebabkan sindrom kegagalan multi organ, yang ditandai dengan adanya cedera pada organ paru-paru. Cedera pada organ paru-paru ditandai dengan masuknya sitokin pro-inflamatori ke dalam organ paru-paru sehingga sitokin pro-inflamatori tersebut mengeluarkan produk inflamatori yang justru menyebabkan kerusakan pada organ paru-paru.

Kerusakan pada organ paru-paru dapat menyebabkan kematian karena organ paru-paru merupakan salah satu organ yang terlibat pada proses pernafasan yang mengatur keluar-masuknya oksigen dan karbondioksida dari dan menuju ke paru-paru. Kerusakan pada organ paru-paru menyebabkan terjadinya keadaan kekurangan oksigen dan penimbunan karbondioksida parah yang disebut dengan keadaan hipoksia parah (sever hypoxia). Hipoksia parah selanjutnya menyebabkan kematian seseorang yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada organ paru-paru yang vital untuk kehidupan.

Penulis: Prof. Dr. A. Retno Pudji Rahayu, drg., M.Kes., Sp.PMMF(K)

Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://medic.upm.edu.my/upload/dokumen/2023030716030030_0522.pdf

Fery Setiawan, Arif Rahman Nurdianto, Retno Pudji Rahayu, Heni Puspitasari, Eta Radhianto. [2023] Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) as the Main Causative Death in Coronavirus Disease-19 (COVID-19) Patients. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences Vol. 19(3), pp: 159-165