Kekompakan empat anggota tim WANALA UNAIR saat menaklukkan arus sungai di tengah lintasan olahraga ekstrem sepanjang 44,5 km. (Foto: Istimewa)

Taklukan Rute Ekstrem 44,5 Km, WANALA UNAIR Sabet Juara 4 Nasional SuperAdventure Adventure Race 2026

UNAIR NEWS – Menembus rute ekstrem sepanjang 44,5 kilometer dan lima etape olahraga alam bebas, Unit Kegiatan Mahasiswa WANALA Universitas Airlangga (UNAIR) sukses meraih juara empat dalam ajang SuperAdventure Adventure Race 2026. Kompetisi itu berlangsung di Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat hingga Minggu (11–13/9/2026).

Ajang tingkat nasional antar-Mapala se-Indonesia ini mempertandingkan lima disiplin olahraga ekstrem. Tim WANALA UNAIR diperkuat empat mahasiswa lintas fakultas, yakni Farrel Ihsan R (FV), Muhammad Nur Khamim (FIB), serta Rajab Tri Saputra dan Rayhan Arya Ramadhan (FPK).

Farrel mengungkapkan, tim menjalani persiapan intensif yang mengasah fisik, teknik, hingga mental. “Persiapannya menguras tenaga karena kami harus melatih endurance sekaligus pematangan teknik di tiap disiplin. Aspek mental juga sangat krusial agar kami tetap tenang, menjaga komunikasi, dan tidak panik saat mengambil keputusan di kondisi lelah,” papar Farrel.

Lebih lanjut, rangkaian etape meliputi trail running, canyoning air terjun Curug Cigangsa setinggi 25 m, orienteering, rafting mandiri tanpa skipper, hingga coastal trekking. Menurut Farrel, etape orienteering dan coastal trekking menjadi tantangan paling dramatis yang menguras fisik serta navigasi.

“Trek orienteering sangat menantang dengan tanjakan dan medan yang membuat kami tidak bisa terus berlari. Di situ bukan hanya fisik yang diuji, tapi juga kemampuan membaca peta dan menentukan arah saat kondisi sudah lelah. Sementara pada coastal trekking, tantangannya adalah menjaga ritme dan kekompakan ketika sisa tenaga sudah hampir habis,” ujar Farrel.

Empat atlet WANALA UNAIR melintasi garis akhir usai menuntaskan rute ekstrem sepanjang 44,5 kilometer pada kompetisi SuperAdventure Adventure Race 2026. (Foto: Istimewa)

Menghadapi akumulasi kelelahan di sepanjang rute, Farrel menjelaskan bahwa kunci utama keberhasilan tim terletak pada komunikasi yang terbuka dan penyesuaian tempo. Prinsip saling melengkapi dan tidak membiarkan salah satu anggota berjuang sendirian menjadi strategi utama untuk dapat menembus garis finish.

“Kami saling berkomunikasi, melihat kondisi masing-masing, lalu menyesuaikan tempo. Prinsipnya sederhana, kami bisa tetap bergerak bersama sampai finish. Kalau salah satu mulai tertinggal atau kehilangan fokus, itu bisa berdampak ke seluruh tim,” jelasnya.

Atas pencapaian tersebut, Farrel menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh dari keluarga besar WANALA maupun pihak UNAIR. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi kekuatan tersendiri, terutama ketika harus menghadapi berbagai tantangan selama berada di lapangan.

“Semua dukungan yang diberikan membuat kami merasa tidak berjalan sendirian, terutama ketika berada di lapangan dan mulai merasakan beratnya perjalanan,” ungkapnya. 

Farrel kemudian mengutip penggalan lirik lagu Sambutlah karya The Jeblogs yang menurutnya merefleksikan perjalanan mereka, “Mungkin kita sampai, mungkin saja tidak, tugas kita hanyalah berjalan.” Baginya, perjalanan bukan semata tentang seberapa jauh tujuan dapat dicapai, melainkan tentang bagaimana setiap proses dijalani dengan sebaik-baiknya.

“Bagi kami, yang terpenting adalah menjalani proses sebaik mungkin, terus melangkah, dan memberikan yang terbaik bersama-sama. Soal sejauh apa akhirnya kami sampai, itu menjadi bagian yang akan mengikuti proses tersebut,” pungkas Farrel.

Penulis: M Yasir Dharmawan Diniy

Editor: Khefti Al Mawalia