Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek framing dalam pengambilan keputusan investasi ketika tekanan waktu hadir dan untuk menguji kemampuan teori prospect dan fuzzy-trace dalam menganalisis efek framing. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen antar subjek berukuran 2x2x3. Sebanyak 433 siswa berpartisipasi dalam percobaan ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa baik teori fuzzy-trace maupun prospect mampu menganalisis efek framing terhadap keputusan investasi.
Namun, pengujian lebih lanjut mengkonfirmasi keunggulan fuzzy-trace dalam menganalisis efek framing dibandingkan dengan teori prospek. Juga diamati dari framing dan interaksi tekanan waktu bahwa adanya tekanan waktu pada teori prospek menurunkan efek framing. Hasil yang berlawanan dikonfirmasi dari teori jejak kabur di mana tekanan waktu tidak mengurangi efek pembingkaian. Hasil yang berlawanan dikonfirmasi dari teori jejak kabur di mana tekanan waktu tidak mengurangi efek pembingkaian. Pembuat keputusan lebih suka melakukan penyederhanaan, meringkas representasi informasi atau memproses informasi secara kualitatif ketika penyederhanaan dimungkinkan.
Dengan menggabungkan dan memisahkan masalah domain dan masalah bingkai dalam pengambilan keputusan, terbukti bahwa teori fuzzy-trace dan teori prospek mampu menganalisis efek framing. Penelitian ini juga membuktikan akurasi prediksi teori fuzzy-trace ketika representasi informasi tidak dapat disederhanakan. Akibatnya, pengambil keputusan cenderung memproses informasi secara kuantitatif dan karena ketidakmampuan penyederhanaan informasi, efek pembingkaian tidak ada. Pengujian lebih lanjut menggunakan ANCOVA juga mendukung kemampuan prediktif teori fuzzy-trace.
Ketika informasi keputusan tidak dapat disederhanakan, efek pembingkaian akan memiliki efek yang signifikan. Sebaliknya, ketika informasi keputusan dapat disederhanakan, efek framing tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan peserta. Dari perspektif teori prospek, tekanan waktu terbukti mengurangi efek framing.
Hal ini ditunjukkan oleh perbedaan signifikan yang ada pada domain frame-gain positif atau domain frame-loss negatif tanpa adanya atau adanya tekanan waktu. Pada teori Fuzzy-trace, tekanan waktu tidak mengurangi atau menghilangkan efek framing.
Hasil dan Implikasi
Riset ini berhasil membuktikan keakuratan teori fuzzy-trace di mana pengambil keputusan cenderung menggunakan penyederhanaan, meringkas representasi informasi atau untuk memproses informasi secara kualitatif ketika menyederhanakan informasi dimungkinkan. Akibatnya, adanya tekanan waktu tidak mengurangi atau menghilangkan efek framing.
Salah satu keterbatasan dari penelitian ini adalah penggunaan kasus yang disederhanakan sebagai instrumen penelitian, yang akibatnya mempengaruhi pengambilan keputusan peserta. Penelitian lebih lanjut tentang tema ini bisa lebih luas terutama jika penelitian menggunakan kasus yang lebih kompleks dan relevan dengan kondisi saat ini untuk membandingkan kedua kemampuan prediksi teori.
Demikian pula, variabel eksperimental lainnya termasuk kombinasi efek kepercayaan diri, emosi dan variabel lain yang mungkin yang dapat mempengaruhi penguatan atau pengurangan efek framing dalam pengambilan keputusan.
Penulis: Prof. Dr. I Made Narsa, M.Si., Ak., CA.
Baca selengkapnya di link berikut:
https://admin.calitatea.ro/assets/Documents/Archive/PDF/20221111_aefbbf00-e270-474e-8a70-bba0b95b8e51.pdfScopus – Document details – The Framing Effect and Time Pressure on The Investment Decision: A Test for Prospect Theory and Fuzzy-Trace Theory





