Sesi pemaparan materi pendampingan halal dan BPOM dalam Pelatihan Camilan Sehat di Balai Pertemuan Aimasi, Kabupaten Manokwari, Sabtu (26/9/2026) (Foto: Istimewa)

TEP UNAIR Dorong Produk Kader Prafi Tembus Standar Halal dan Izin Edar

29 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) terus mendorong produk olahan kader SMART Posyandu Prafi untuk memenuhi standar keamanan pangan, izin edar, dan sertifikasi halal. Langkah tersebut menjadi bagian dari Camilan Sehat yang diikuti 40 kader SMART Posyandu Prafi di Balai Pertemuan Aimasi, Kabupaten Manokwari, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan kader dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Manokwari serta pendamping proses produk halal. Pelatihan tidak serta merta berhenti pada pengembangan produk, tetapi juga membekali dengan pemahaman mengenai persyaratan yang perlu kader penuhi sebelum mereka memasarkan produk secara lebih luas.

Dalam pelatihan tersebut, kader mempelajari perbedaan jalur perizinan SPP-IRT dan BPOM MD, tahapan pengajuan, serta informasi yang perlu tercantum pada label produk. Jenis produk dan karakteristik penyimpanannya menjadi pertimbangan dalam menentukan jalur perizinan.

Dalam pelatihan, kader juga mempresentasikan sejumlah produk yang telah mereka kembangkan dari bahan lokal Prafi. Produk tersebut antara lain keripik bayam, pisang, keladi, sale pisang, hingga berbagai olahan lokal lainnya. Melalui presentasi tersebut, kader dapat mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki.

Sementara itu, Ketua Tim, Dr Muthmainnah SKM MKes, menjelaskan bahwa pendampingan selanjutnya akan membantu kader menata proses produksi agar lebih siap memenuhi persyaratan perizinan. “Kader sudah mampu membuat beragam produk dari bahan lokal Prafi. Tugas kita berikutnya adalah mendampingi mereka mencatat bahan dan prosesnya dengan rapi, memperbaiki kemasan, lalu menempuh perizinan yang sesuai. Dengan begitu, produk yang mereka hasilkan memiliki dasar yang lebih kuat untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Kader SMART Posyandu Prafi bersama narasumber Pelatihan Camilan Sehat dan Tim Ekspedisi Patriot UNAIR (Foto: Istimewa)

Selain izin edar, kader belajar menelusuri bahan yang mereka gunakan, termasuk bahan tambahan, kebersihan peralatan, dan proses produksi. Mereka juga mempelajari dokumen yang perlu disiapkan untuk mengajukan sertifikasi melalui sistem SIHALAL.

Muthmainnah mengatakan persoalan rantai pasok daging perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. “Kami akan membawa kebutuhan pelaku usaha terkait rantai pasok daging yang memenuhi persyaratan halal ke Pemerintah Kabupaten Manokwari. Sementara itu, tim perlu memetakan setiap produk agar pendampingan izin edarnya sesuai dengan jenis dan risikonya,” tuturnya.

Setelah pelatihan, Tim akan mendampingi kader dalam peningkatan kebersihan produksi, penyusunan label, penyiapan dokumen halal, hingga pemasaran bersama siswa sebagai mitra kader. Pendampingan tersebut membantu kader memenuhi persyaratan sertifikasi halal dan izin edar sesuai jenis produk, termasuk izin BPOM bagi produk yang memerlukannya.

Kegiatan ini turut mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) SDGs 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Khefti Al Mawalia