Universitas Airlangga Official Website

Bridging the Gap between Sustainability Disclosure and Firm Performance in Indonesian Firms

Foto oleh Early To Rise

Introduction

Keberlanjutan telah menjadi topik diskusi penting di kalangan akademisi dan praktisi di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini sejalan dengan peningkatan kerusakan lingkungan dan masalah sosial ekonomi seperti kemiskinan, eksploitasi tenaga kerja, dan diskriminasi yang secara langsung disebabkan oleh kegiatan perusahaan. Dalam proses transformasi ekonomi global, sustainability reporting disclosure (SRD) telah berkembang menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan pertumbuhan dan kinerja perusahaan dengan menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pengungkapan keberlanjutan akan sangat penting untuk menciptakan nilai perusahaan dan daya saing perusahaan, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Berbeda dengan negara maju, pengungkapan keberlanjutan masih relatif rendah di negara-negara berkembang, khususnya di Indonesia. Sebuah studi menganalisis pengungkapan keberlanjutan di negara-negara berkembang, termasuk Jepang, Korea Selatan, India, dan Indonesia. Dibandingkan dengan tiga negara lainnya, Indonesia memegang posisi terendah. Sebagian, ini karena Indonesia memiliki peraturan unik mengenai pelaporan keberlanjutan. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia harus menyertakan laporan SRD dalam laporan tahunan mereka, tetapi laporan keberlanjutan terpisah tidak diperlukan. Sebaliknya, peraturan ini menjadikan penyampaian laporan keberlanjutan terpisah di Indonesia sebagai pilihan. Oleh karena itu, di Indonesia, penyampaian laporan keberlanjutan masih terbatas

Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur dengan menyajikan gambaran komprehensif tentang praktik pelaporan keberlanjutan perusahaan Indonesia (baik dalam hal kualitas dan kuantitas) dan dampak pelaporan tersebut terhadap kinerja keuangan perusahaan (kinerja berbasis akuntansi dan berbasis pasar). Selain itu, penelitian ini mencoba untuk mengisi kesenjangan dalam penelitian sebelumnya dengan memeriksa peran bisnis keluarga dalam hubungan kinerja perusahaan SRD. Dalam konteks saat ini, kami telah menganalisis kontinuitas pelaporan ini secara ketat dan hanya mempertimbangkan bisnis yang secara konsisten menerbitkan laporan keberlanjutan mereka selama bertahun-tahun. Masa studi kami juga lebih lama dari penelitian sebelumnya. Selain itu, pembuat kebijakan dapat memperoleh manfaat dari penelitian ini ketika membuat atau meningkatkan peraturan yang ada. Hasil ini dapat dijadikan acuan dan pertimbangan pemerintah untuk mendorong perusahaan mengungkapkan laporan keberlanjutannya

Methods and Discussion

Analisis dilakukan pada  177 perusahaan di sektor (pertambangan dan pertanian) dan sektor sekunder (industri dasar dan kimia, industri barang konsumsi, dan aneka industri) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2020, berjumlah 850 perusahaan. Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi model panel. Pendekatan panel generalized least squares (GLS) memperkirakan model regresi. Temuan penelitian ini menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara SRD dan kinerja perusahaan, baik berbasis pasar maupun akuntansi. Demikian juga, peran moderating FAMWON memperkuat hubungan antara SRD dan kinerja perusahaan. Temuan dalam analisis tambahan menunjukkan bahwa perusahaan milik keluarga akan sangat memperhatikan masalah keberlanjutan dan hal-hal lain yang akan mempengaruhi kinerja pasar perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sustainability disclosure memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan berbasis pasar dan akuntansi. Selain itu, bisnis keluarga memperkuat hubungan antara pengungkapan keberlanjutan dan kinerja perusahaan. Temuan makalah ini memberikan informasi yang unik dan berguna bagi pemangku kepentingan dan manajer perusahaan yang ingin meningkatkan pengungkapan keberlanjutan untuk kinerja yang optimal. Selain itu, dapat menguntungkan bagi pembuat kebijakan untuk menetapkan kebijakan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan pemeriksaan komprehensif tentang hubungan antara pengungkapan keberlanjutan dan kinerja perusahaan.

Penulis: Prof. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Zarefar, A., Agustia, D., & Soewarno, N. (2022). Bridging the Gap between Sustainability Disclosure and Firm Performance in Indonesian Firms: The Moderating Effect of the Family Firm. Sustainability, 14(19), 12022.

https://scholar.unair.ac.id/en/publications/bridging-the-gap-between-sustainability-disclosure-and-firm-perfo