Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FIB UNAIR Tunjukkan Kemampuan di Ajang Kanji Cup

Potret Mesya Dinda Maulidia dan Lady Scketzy Vlane, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Kanji Cup ke-22.(Foto: Dok. Pribadi)

FIB NEWS- Mesya Dinda Maulidia dan Lady Scketzy Vlane, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) meraih Juara 3 dalam ajang Kanji Cup ke-22 yang berlangsung di Gedung FIP Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Lidah Wetan. Kompetisi yang diadakan oleh Japan Foundation bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya ini merupakan lomba tingkat nasional yang mempertemukan berbagai universitas besar di Indonesia.

Dua mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang berkompetisi pada kategori Chuukyuu (tingkat menengah) dengan total sekitar 16–20 tim, masing-masing beranggotakan dua peserta. Keduanya mewakili UNAIR setelah mengikuti seleksi internal di program studi.

Tahap Persiapan

“Dari prodi diumumkan seleksi calon peserta Kanji Cup. Kami ikut tesnya dan awalnya hanya jadi cadangan, tapi menjelang lomba kuotanya bertambah, jadi kami ikut serta,” jelas Mesya.

Lady menambahkan, “Saat seleksi kami kurang persiapan, tapi setelah belajar dan dibimbing sensei, kami bisa menyiapkan diri dengan baik.”

Persiapan mereka berjalan intens. Setiap minggu, keduanya mengikuti pelatihan bersama dosen pembimbing Dhanis-sensei dan Katsuhama-sensei, dosen asli dari Jepang. “Sensei selalu ngasih soal latihan yang bermanfaat dan bantu registrasi lomba. Selain itu, senpai juga sering bantu kalau kami kesusahan,” ujar Mesya.

Tantangan

Mesya mengaku kesulitan menghafal banyak kanji dalam waktu singkat, sedangkan Lady merasa kesulitan menguasai tipe soal tertentu. “Awalnya kami bingung banget dan sempat minder karena tim lain udah jago,” ungkap Lady.

Namun, kerja sama yang baik membantu mereka berkembang. Mereka membagi jenis soal dan kanji yang harus dihafalkan. Saat lomba berlangsung, mereka saling membantu dalam menjawab pertanyaan. “Kami bagi jenis soal, kalau ada kanji yang aku tahu, aku tulis dan Lady bantu bagian lain,” ujar Mesya.

Arti Kemenangan

Lady menilai pengalaman ini memperluas wawasannya tentang kanji. “Aku seneng karena artinya kami sudah mumpuni untuk level menengah,” katanya. Ia juga merasa bangga karena perjuangan mereka mendapat perhatian di lingkungan fakultas.

Bagi Mesya, pengalaman ini menjadi langkah awal yang berharga selama kuliah di Bahasa dan Sastra Jepang. “Ini kemenangan pertama aku sejak masuk prodi. Aku merasa ini langkah awal untuk ikut kompetisi selanjutnya,” tutupnya.

Melalui prestasi mereka di ajang Kanji Cup ke-22 turut mewujudkan nilai  Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu Quality Education dan nomor 5 yaitu Gender Equality.

Penulis : Priska Dwita Aulia

Editor : Mohammad Adif Albarado