Acute limb ischemia (ALI) merupakan salah satu kegawatdaruratan vaskular yang ditandai oleh terjadinya penurunan aliran darah secara mendadak ke ekstremitas, baik pada tungkai maupun lengan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan permanen hingga amputasi apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, revaskularisasi dini menjadi tujuan utama dalam penatalaksanaan ALI.
Dua pendekatan endovaskular yang sering digunakan adalah endovascular thrombectomy (ET), yaitu prosedur pengangkatan trombus secara mekanis menggunakan perangkat khusus, serta catheter-directed thrombolysis (CDT), yaitu pemberian agen trombolitik langsung ke lokasi oklusi melalui kateter untuk melisiskan bekuan darah.
Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif perbandingan efektivitas dan keamanan ET dan CDT dalam penanganan ALI, serta mengevaluasi implikasi klinis dari temuan-temuan terkini dalam pemilihan terapi. Berdasarkan analisis beberapa penelitian yang melibatkan hampir 500 pasien, tidak ditemukan perbedaan bermakna antara ET dan CDT dalam hal keberhasilan teknis, keberhasilan klinis, maupun limb salvage.
Namun demikian, terdapat beberapa perbedaan penting. Prosedur ET cenderung memiliki durasi tindakan yang lebih lama, tetapi diikuti dengan lama rawat inap yang lebih singkat. Selain itu, ET menunjukkan kecenderungan angka komplikasi yang lebih rendah dibandingkan CDT, meskipun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik. Dari aspek biaya, ET umumnya memerlukan biaya awal yang lebih tinggi, namun hal tersebut berpotensi dikompensasi oleh durasi hospitalisasi yang lebih singkat.
Secara keseluruhan, baik ET maupun CDT merupakan modalitas yang efektif dalam penanganan ALI. Pemilihan terapi sebaiknya bersifat individual, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti risiko perdarahan, karakteristik lesi vaskular, serta komorbiditas pasien. ET dapat menjadi pilihan yang lebih menguntungkan pada pasien dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi, sementara CDT tetap merupakan alternatif yang valid pada kondisi tertentu. Pendekatan yang terpersonalisasi sangat penting untuk mencapai luaran klinis yang optimal.
Penulis: Rendra Mahardhika Putra, dr., Sp.J.P
Link Artikel : https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/15266028261425447





