Sharing session BERDIKSI 2026 di Aula Dinas Kesehatan Banyuwangi, Sabtu (3/10/2026). (Dok. B-PHA UNAIR)

BERDIKSI 2026 Bekali Mahasiswa FIKKIA Strategi Lolos PPK Ormawa

48 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) membekali mahasiswa dengan strategi menyusun proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) melalui BERDIKSI (Berkenalan dengan Diktisaintek Secara Inspiratif) 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof Dr Ahmad Shofy Mubarak SPi MSi sebagai pemateri dalam sesi pembekalan PPK Ormawa.

Divisi In App B-PHA UNAIR menggelar BERDIKSI 2026 pada Sabtu (3/10/2026) di Aula Dinas Kesehatan Banyuwangi secara hybrid. Kegiatan mengusung tema “Langkah Nyata Mahasiswa Berdampak: Menjawab Tantangan Masyarakat Lewat Penguatan Kapasitas PPK Ormawa”. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan program Diktisaintek sekaligus mendorong mahasiswa berkontribusi melalui pemberdayaan masyarakat.

Pemateri dan pembicara sharing session dalam rangkaian BERDIKSI 2026. (Dok. B-PHA UNAIR)

Susun Program Berdasarkan Masalah Masyarakat

Dalam pemaparannya, Prof Shofy membahas strategi penyusunan proposal PPK Ormawa, mulai dari pemetaan masalah, pemilihan lokasi dan mitra, penyusunan program, hingga keberlanjutan kegiatan. Ia menekankan pentingnya menggunakan data sebagai dasar dalam merancang program agar solusi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Gunakan basis data masalah yang kuat, memetakan lokasi dan mitra, menyusun inovasi dan solusi tepat sasaran, menentukan luaran dan indikator terukur, serta membuat grafik manfaat keberlanjutan program,” jelasnya dalam materi pembekalan PPK Ormawa. 

Selain penyusunan proposal, Prof Ahmad Shofy menjelaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam pelaksanaan PPK Ormawa. Tim pelaksana perlu mempertimbangkan potensi desa atau kelurahan, permasalahan wilayah, indikator keberhasilan, kesesuaian latar belakang kelompok pengusul, serta aksesibilitas lokasi dalam menentukan sasaran program. 

Materi tersebut juga menekankan karakter program yang perlu mahasiswa kembangkan. Program PPK Ormawa perlu menghadirkan inovasi, pendekatan interaktif, kemampuan beradaptasi, serta dampak yang berkelanjutan.

“Inovatif, keterbaruan program, pendekatan yang interaktif! Adaptif, berdampak, berkelanjutan!” menjadi salah satu poin yang disampaikan dalam pembekalan.

Berbagi Pengalaman Menuju Abdidaya Ormawa

Rangkaian BERDIKSI 2026 kemudian berlanjut dengan sharing session bersama mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR yang memiliki pengalaman dalam Abdidaya Ormawa. Dheva Yudistira Maulana dan Dewi Roso Wulan berbagi pengalaman mengenai proses penyusunan proposal hingga pelaksanaan program di lapangan.

Sesi tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai pengalaman mahasiswa dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk memahami proses PPK Ormawa melalui pengalaman langsung mahasiswa.

Melalui BERDIKSI 2026, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman mengenai tahapan PPK Ormawa secara lebih menyeluruh. Pembekalan ini juga mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan yang berangkat dari permasalahan nyata masyarakat dengan mengedepankan inovasi, indikator terukur, dan keberlanjutan program.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Ragil Kukuh Imanto

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .