Webinar seputar program YSEALI yang diselenggarakan oleh AGE UNAIR pada Rabu (7/10/2026) melalui aplikasi Zoom Meetings. (Foto: Niken Dara Fesya)

AGE UNAIR Ajak Mahasiswa Mengenal Program YSEALI, Beasiswa Fully Funded ke Amerika

59 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Airlangga Global Education (AGE UNAIR) sukses menyelenggarakan webinar bertajuk Info Session: YSEALI Academic Fellowship Program pada  Rabu (7/10/2026). YSEALI (Young Southeast Asia Leaders Initiative) merupakan program selama lima minggu di Amerika Serikat yang ditujukan untuk pemuda-pemudi berusia 18-25 tahun dari kawasan Asia Tenggara. Ini merupakan program resmi pemerintah Amerika Serikat yang kandidat penerimanya akan didanai sepenuhnya.

Pemateri dalam webinar ini adalah Nadya Nurina Fortuna, mahasiswa Magister Ilmu Forensik UNAIR yang merupakan salah satu alumni program YSEALI 2025. Ia berkesempatan untuk membagikan cerita dan pengalamannya selama mengikuti program YSEALI.

Nadya menjelaskan bahwa YSEALI memberikan banyak pengalaman baru yang berharga untuknya. “Selama lima minggu di Amerika, kami tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dengan komunitas, proyek grup, dan bertukar budaya dengan orang-orang dari kawasan Asia Tenggara yang memiliki latar belakang berbeda,” ungkap Nadya.

Pada saat mengikuti YSEALI, Nadya kebetulan memilih tema Civic Engagement. “Ketika melihat kembali dari background pengalaman saya, saya sadar bahwa semuanya itu selalu tentang orang, komunitas, dan berkontribusi di dalamnya. Itulah mengapa saya akhirnya memilih tema Civic Engagement dari empat tema yang ada di YSEALI,” jelas Nadya.

Nadya mengungkapkan bahwa ia sudah tertarik untuk mengikuti program YSEALI sejak kelas 12 SMA. Sempat dua kali mendaftar pada tahun 2021 dan 2023, sayangnya ia belum berhasil lolos dalam program tersebut. 

“Kedua penolakan itu termasuk dalam perjalanan YSEALI saya. Saya percaya bahwa penolakan tersebut tidak selalu menjadi akhir dari sebuah cerita.”

Pada tahun 2024, Nadya mencoba untuk mendaftar kembali ke program YSEALI. Ia pun akhirnya berhasil menjadi salah satu kandidat terpilih yang berangkat ke Amerika pada tahun 2025. 

“Saranku, jangan hanya karena gagal terus-menerus membuat kamu jadi takut untuk mencoba lagi. Teruslah mencoba karena kita tidak tahu rezeki itu datangnya kapan,” tutur Nadya.

Setelah pengalamannya mendaftar YSEALI, Nadya sadar bahwa kandidat terpilih itu bukan karena memiliki latar belakang yang luar biasa, tetapi karena bisa menunjukkan antara pengalaman dan hal yang ingin dipelajari. “Pahamilah kisah hidupmu sendiri karena dari banyaknya pengalamanmu itulah yang akan menjadi landasan untuk penulisan esai dan tes wawancaramu,” ungkap Nadya.

Program YSEALI membuat pikiran Nadya lebih terbuka terhadap berbagai perspektif. Ia juga menjadi tergerak untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat. Salah satunya melalui komunitas yang sedang dijalankannya. Komunitas itu berfokus pada pengembangan skill di kalangan perempuan yang ada di Palangkaraya.

“Kita tidak harus menunggu sampai siap untuk melakukan sesuatu. Sering kali kita memang harus lebih berani dalam mengambil langkah tersebut. Ingatlah bahwa semuanya akan terlihat tidak mungkin sampai kamu melakukannya.”

Penulis: Niken Dara Fesya

Editor: Khefti Al Mawalia

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top