Menyongsong Indonesia Emas 2045, OJK dan FEB Gelar Literasi Keuangan Digital

59 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Transformasi sektor keuangan digital dan aset kripto menjadi salah satu pilar strategis yang cukup krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) memberikan upaya untuk mendukung transformasi tersebut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Digital Financial Literacy bertema “Dari Aset Nyata ke Aset Digital, Kenalan dengan Tokenisasi dan Peluang di Indonesia”.  

Kegiatan yang terlaksana pada Senin (12/10/2026) di Aula Fajar Notonegoro, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR tersebut menghadirkan beberapa petinggi universitas seperti Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Prof Dr Ardianto SE MSi Ak CMA CA beserta jajarannya. Selain itu, hadir pula  Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso. 

Adi memaparkan beberapa poin penting terkait keuangan digital atau aset kripto. Ia menyebut ada fenomena yang akan menjadi tantangan keuangan digital di masa depan. Yakni fenomena Artificial Intelligence (AI), Big Data, Cloud, and Distributed Ledger Technology (ABCD). 

“Pertanyaannya yang ingin saya tanyakan adalah kalau kita punya fenomena digital seperti ini, tantangan seperti ini, strategi apa yang harus kita lakukan. Bagaimana kita menanggapi guna menghadapinya supaya kita relevan, supaya kita bisa agile,” tekannya.

Lebih lanjut, Adi juga menjelaskan bahwa terdapat strategi yang dapat dilakukan, yakni Aspirasi, Berpola Kolaborasi, Credible Performance, dan Dynamic Governance. Ia menekankan bahwa harus ada aspirasi besar, belajar tanpa henti, dan beradaptasi agar tata kelola serta kapasitas kelembagaan terus berkembang seiring kemajuan era digital. 

“Aspirasi kita hari ini adalah bapak dan ibu harus menjadi pimpinan di Indonesia yang potensinya luar biasa. Selain itu, kita harus saling asah, saling asuh, serta saling asih. Terakhir, kita harus ada inklusi keuangan, deepening, dana pensiun, asuransi, capital market, dan perbankan,” jelasnya.

Adi menegaskan bahwa Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang telah melampaui tingkat nasional, bahkan disebut sebagai “Australia-nya Indonesia”. Menurutnya, Jawa Timur akan menjadi salah satu piloting untuk program pengembangan ekonomi daerah karena memiliki kapasitas untuk melihat potensi yang ada. 

“Mari kita visi yang besar untuk Jawa Timur. Visi yang besar untuk Indonesia. Indonesia itu potensinya 2045 akan menjadi lima besar ekonomi dunia, yang mana setara dengan UK saat ini,” pesannya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top