FKH UNAIR Perkuat Peternakan Bebek untuk Kembangkan Desa Binaan Palembon

64 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) terus mendampingi masyarakat Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, melalui program pengembangan desa binaan berbasis peternakan bebek. Pendampingan yang berlangsung sejak Januari 2026 tersebut berfokus pada peningkatan kesehatan dan nutrisi ternak sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat (KPM).

Komitmen tersebut berlanjut melalui kegiatan pencanangan desa binaan bertajuk peningkatan kesehatan dan nutrisi hewan ternak melalui beternak bebek, Sabtu (17/10/2026). Sekitar 50 warga yang ikut serta dalam pengmas menyambut program tersebut dengan antusias.

Ketua pelaksana program Prof Dr Widjiati drh MSi PAVet (K) menjelaskan bahwa FKH UNAIR akan terus mengawal pengembangan peternakan di Desa Palembon hingga dua tahun ke depan. Dalam kegiatan tersebut, tim juga memantau perkembangan 20 KPM yang sebelumnya menerima bantuan bebek, mesin tetas, dan pakan.

“Kami hari ini juga memonitor program 20 KPM yang kemarin dijalankan. Insyaallah, kami menyiapkan 20 KPM lagi pada 2027. Harapannya, program ini terus berjalan hingga Palembon menjadi desa binaan,” tuturnya.

Prof Dr Widjiati drh MSi PAVet (K) saat melakukan monitoring bersama para peternak peserta pengmas di Balai Desa Palembon, Kanor, Bojonegoro pada Sabtu (17/10/2026) (Foto: Humas UNAIR)

Dampak pendampingan tersebut turut menarik perhatian Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro. Pada 2027, dinas berencana menginisiasi program serupa di lima desa dengan masing-masing 20 KPM. Program UNAIR dinilai memberikan dampak bagi masyarakat sehingga menginspirasi pengembangan inisiatif serupa.

“Kami berharap Kecamatan Kanor, khususnya Desa Palembon, akan dikenal sebagai sentra penghasil bebek dan telur asin,” ujar Prof Widjiati.

Perwakilan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro drh Hendri Susilo Nugroho menyampaikan bahwa seluruh 20 KPM yang dibina sejak Januari masih melanjutkan usaha peternakannya. Pertumbuhan populasi ternak menunjukkan perkembangan positif dan mulai memberikan dampak ekonomi, termasuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

“Peternakan mungkin tidak bikin kita kaya, tetapi mampu menghidupi,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi dengan perguruan tinggi terus berlanjut agar peternak memperoleh pengetahuan terbaru yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha. Dalam kegiatan tersebut, Eko Setiawan selaku Kasi Pelayanan juga hadir mewakili Kepala Desa Palembon.(*)

Penulis : Erika Eight Novanty

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top