Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin saat menerima penghargaan HURS dalam kegiatan AUN-HPN 2026. (Foto: AGT UNAIR)

Fokus Kampus Sehat, UNAIR Pertahankan Bintang Lima HURS

37 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mempertahankan capaian bintang lima dalam Healthy University Rating System (HURS), sistem penilaian kampus sehat yang diinisiasi ASEAN University Network-Health Promotion Network (AUN-HPN). Capaian ini mencerminkan upaya UNAIR dalam membangun lingkungan kampus yang mendukung kesehatan melalui kebijakan, fasilitas, edukasi, dan promosi kesehatan.

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Prof Drs Hery Purnobasuki, MSi PhD, menjelaskan bahwa HURS menjadi sarana bagi perguruan tinggi untuk mengevaluasi upaya promosi kesehatan secara lebih terarah. “Capaian bintang lima bukan serta-merta sebuah penghargaan, melainkan kesempatan untuk mengenali kekurangan dan menentukan perbaikan,” ujarnya.

Penilaian HURS mencakup sejumlah aspek, mulai dari sistem dan infrastruktur pendukung kesehatan, kebijakan kampus, edukasi melalui kurikulum, hingga pelaksanaan program promosi kesehatan. Setiap aspek membantu perguruan tinggi meninjau sejauh mana lingkungan dan kebijakannya mendukung kesejahteraan warga kampus.

Prof Hery mencontohkan penerapan kawasan tanpa rokok yang membutuhkan pengawasan dan kepatuhan warga kampus. Begitu pula dengan kantin yang perlu menjaga kebersihan dan keamanan pangan serta pengelolaan sampah yang mendukung lingkungan sehat. Kampus juga perlu memperhatikan aksesibilitas fasilitas bagi penyandang disabilitas dan meningkatkan perhatian terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Ketika mengikuti penilaian seperti ini, kita bisa meninjau kembali apa yang sudah kita lakukan dan bagian mana yang masih perlu kita benahi. Indikator penilaian membantu kita mengenali kekurangan yang mungkin selama ini luput dari perhatian,” jelasnya.

Menurut Prof Hery, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai unit. Unit promosi kesehatan dapat menggerakkan program dan mengevaluasi pelaksanaannya, tetapi penerapan kebijakan juga memerlukan dukungan fakultas, pengelola fasilitas, dan seluruh sivitas akademika.

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Prof Hery Purnobasuki MSi PhD memberikan pengarahan pada tim yang akan diterjunkan di Kabupaten Agam, Sumatra Barat
Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Prof Hery Purnobasuki MSi PhD memberikan pengarahan pada tim yang akan diterjunkan di Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Foto: Humas UNAIR)

Hasil penilaian HURS dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas perbaikan. Jika evaluasi menemukan kekurangan pada fasilitas atau kebijakan tertentu, LPMB dapat berkoordinasi dengan unit terkait agar tindak lanjutnya lebih terarah.

Prof Hery menekankan bahwa keberhasilan kampus sehat tidak cukup bergantung pada kelengkapan dokumen penilaian. Program dan kebijakan harus membawa perubahan nyata, seperti menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan mendorong warga kampus menerapkan kebiasaan hidup sehat.

“Harapannya, setiap upaya membawa dampak nyata dan membuat kondisi kampus semakin baik dari tahun ke tahun. Penghargaan menjadi bonus, sedangkan tujuan utamanya tetap kesejahteraan warga kampus,” pungkasnya.

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Khefti Al Mawalia

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top