Mahasiswa UNAIR Usung HYDROVA-AI untuk Tingkatkan Efisiensi Irigasi Pertanian

44 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Tim GO PH meraih Second Honorable Mention for Analytical Excellence dalam International Scientific Essay Competition (ISEC) pada rangkaian Gayatama 5 Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis-Sabtu (8-10/10/2026). Tim ini beranggotakan Khariza Faza Shafiya dan Alysa Virnanda Abidin, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Mereka mengusung HYDROVA-AI, sistem irigasi presisi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan energi surya.

Inovasi ini berangkat dari persoalan ketidakefisienan irigasi manual. Mulai dari pemborosan air hingga potensi konflik antarpetani akibat pembagian air yang tidak merata. Melalui HYDROVA-AI, keduanya menawarkan sistem pemantauan dan pengaturan distribusi air yang lebih terukur, transparan, serta berkelanjutan.

Gagasan HYDROVA-AI berangkat dari tantangan sektor pertanian Indonesia yang melibatkan jutaan pekerja. Salah satu persoalan yang disoroti ialah tingginya proporsi petani berusia di atas 45 tahun, yang membuat pemantauan irigasi secara manual berpotensi meningkatkan risiko keselamatan kerja.

Selain itu, pembangunan infrastruktur irigasi belum sepenuhnya menghilangkan persoalan pengelolaan air di tingkat lahan. Pengaturan pintu air yang masih dilakukan secara manual dapat menyebabkan distribusi air tidak merata dan memicu perselisihan antarpetani.

“Pengaturan pintu air yang masih dilakukan secara manual dapat menyebabkan distribusi air tidak merata dan memicu perselisihan antarpetani,” ujar Alysa.

HYDROVA-AI mengintegrasikan sensor kelembapan tanah dan ketinggian air untuk memantau kondisi setiap petak sawah. Sistem Cross-Plot AI kemudian membandingkan kebutuhan air antarp​​etak dan memprioritaskan irigasi pada lahan yang mengalami defisit air lebih besar.

Sistem ini juga menggunakan panel surya agar dapat beroperasi tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik PLN. Untuk meningkatkan transparansi, informasi kondisi tanah dan status pompa dikirimkan secara real-time melalui Telegram Bot. Petani juga dapat menggunakan fitur kendali manual apabila diperlukan.

Dalam penyusunannya, tim mengidentifikasi kelemahan sistem terdahulu, merancang integrasi agronomi dan teknologi sensor, serta menyusun arsitektur perangkat keras dan perangkat lunak. Mereka juga memetakan tahapan implementasi, mulai dari perancangan dan uji coba hingga pengembangan skala lebih luas.

Salah satu tantangan terbesar dalam penyusunan esai adalah merancang spesifikasi produk yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus tetap efektif dan efisien ketika diterapkan.

“Ke depan, HYDROVA-AI diharapkan dapat diuji coba di lahan sawah nyata dan dikembangkan bersama kelompok tani serta instansi terkait,” jelas Alysa.

Inovasi ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keenam tentang air bersih dan sanitasi, tujuan ketujuh tentang energi bersih dan terjangkau, serta tujuan kesembilan tentang industri, inovasi, dan infrastruktur.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri

Editor: Yulia Rohmawati

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top