UNAIR NEWS – Mahasiswa UNAIR kembali menorehkan prestasi dalam lomba kejepangan Roudoku Taikai. Kompetisi yang berlangsung di Universitas Andalas itu sebelumnya telah diumumkan secara daring pada Kamis (1/10/2026).
Alifella Farah Abidah, mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR 2024, berhasil menjadi salah satu pemenang yang menempati posisi kedua. Ia berhasil mengalahkan 40 peserta lainnya yang merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Storytelling Versi Bahasa Jepang
Alif mengatakan bahwa lomba Roudoku Taikai yang diikutinya berfokus pada pembacaan teks cerita dalam bahasa Jepang. “Saya membaca teks cerita sambil memeragakan sesuatu. Sebenarnya ini mirip dengan lomba story telling dalam bahasa Inggris.”
Pada setiap babak dalam lomba ini, telah disediakan sebanyak tiga hingga empat teks cerita untuk dipilih sebagai teks yang akan dibawakan. Tingkat kesulitan teksnya pun setara dengan keterampilan bahasa Jepang level N5 hingga N3.
“Sebenarnya saya tidak berekspektasi apa pun karena karya dari peserta yang lain pun semuanya cukup bagus. Jadi, saat bisa memenangkan lomba ini, saya merasa puas karena bisa mengalahkan peserta lainnya.”
Berhasil Membuktikan Kemampuan
Alif mengatakan bahwa ia berlatih selama seminggu untuk mempersiapkan diri sebelum babak penyisihan. “Karena yang dinilai itu dari kelancaran teks dan penghayatan peran, saya terus berlatih dengan cara membaca teks secara berulang kali.”
Berbeda dengan sebelumnya, persiapan yang dijalani Alif saat melaju ke babak final justru lebih singkat, hanya sehari. Ia memiliki keterbatasan waktu untuk membagi kesibukannya dengan kegiatan lain.
“Saya merasa bahwa usaha itu sebenarnya masih kurang maksimal, tetapi untungnya saya masih bisa.”
Perlombaan kali ini bukan merupakan lomba pertama bagi Alif. Sebelumnya, ia pernah mengikuti lomba kejepangan seiyuu yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Bali dan berhasil meraih juara tiga.
Lebih lanjut, Alif memiliki target untuk terus aktif dalam berbagai perlombaan guna memanfaatkan statusnya sebagai mahasiswa. Ia berharap agar bisa mengikuti lomba kejepangan lainnya. “Jika ada kesempatan untuk mengikuti perlombaan, baiknya langsung ikut saja dan tidak boleh ragu pada diri sendiri,” tutupnya.
Penulis: Niken Dara Fesya
Editor: Khefti Al Mawalia
