Cegah Risiko Terapi dengan Semantic AI, Mahasiswa UNAIR Raih Juara II Esai Nasional

55 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS — Beryl Christoper Fernando Utomo, mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR), meraih Juara II National Essay Competition Capsule (NASCOM Capsule) pada (17/10/2026). Dalam kompetisi yang diselenggarakan program studi Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut, ia mengangkat gagasan integrated healthcare by semantic AI untuk menjawab tantangan integrasi informasi kesehatan digital.

Beryl menyoroti sistem telefarmasi dan telemedicine yang belum terhubung antar fasilitas kesehatan. Ketika pasien berpindah apotek atau klinik, catatan pengobatan berisiko tertinggal sehingga tenaga kesehatan tidak memperoleh gambaran riwayat terapi secara utuh.

Melalui esainya, Beryl mengusulkan Semantic AI sebagai lapisan perangkat lunak yang dapat diintegrasikan ke aplikasi layanan kesehatan untuk memahami keterkaitan informasi medis. “Semantic AI ini menjahit apa yang perlu dijahit, menghubungkan kausalitas dan menjadikannya langkah preventif agar pasien tidak mengalami masalah seperti duplikasi terapi atau reaksi obat yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, obat dengan kandungan sama dapat memiliki nama dagang berbeda sehingga tidak selalu dikenali sebagai terapi serupa. Oleh karena itu, sistem perlu memahami konteks medis, bukan sekadar memindahkan data antar aplikasi.

Beryl juga menyinggung standar pertukaran informasi kesehatan HL7 dan FHIR. Menurutnya, pertukaran data perlu disertai pemahaman konteks medis agar informasi terkait penyakit, obat, dan riwayat terapi dapat terhubung dengan tepat. Dengan demikian, sistem dapat membantu tenaga kesehatan menilai informasi medis secara lebih menyeluruh dan mencegah potensi risiko terapi.

“Melihat perkembangan AI dan teknologi baru, saya berpikir untuk menerapkannya pada rancangan aplikasi yang telah digunakan di apotek atau rumah sakit agar dapat diintegrasikan oleh apoteker dan tenaga medis lain,” tuturnya.

Persiapan kompetisi berlangsung bersamaan dengan pengerjaan skripsi di laboratorium Farmasi UNAIR. Untuk mengatur keduanya, Beryl membuat jadwal utama, menandai hari-hari padat, menetapkan target, serta mencicil tugas saat menunggu proses di laboratorium.

“Di kalender, saya menandai hari-hari ketika akan sibuk dan menetapkan target capaian minimal,” jelasnya. Ia juga berusaha menghindari pekerjaan yang menumpuk menjelang tenggat agar persiapan lomba tetap berjalan.

“Implementasikan ilmu melalui perlombaan atau kegiatan yang berdampak. Jadikan waktu berharga dan jangan menjadikannya penyesalan,” pesannya.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati

Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top