Soroti Efisiensi Pabrik Semen dan Otomasi AI, Mahasiswa Vokasi Juarai EPIC

37 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Berawal dari keresahan terhadap tingginya energi panas buangan industri dan efisiensi manufaktur, mahasiwa Fakultas Vokasi UNAIR ciptakan REHEAT-X dan SIGMA-QC. Lewat dua karya tersebut, Faradina Amalia Citra dan Naufal Abdullah Harits berhasil mendapatkan Juara 1 EPIC dalam dua kategori sekaligus. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur Universitas Negeri Malang pada Jumat (2/10/2026). 

Pada kategori Green Manufacturing, tim Vokasi UNAIR mengusung rancangan inovasi bertajuk REHEAT-X (Circular Thermal Energy Recovery for Green Cement Manufacturing). Inovasi ini hadir menjawab tantangan efisiensi energi pada industri semen. Khususnya mengatasi ketidaksesuaian (mismatch) antara ketersediaan panas buangan dari proses kiln dan waktu kebutuhan energi termal operasional.

REHEAT-X mengintegrasikan empat proses utama. Yakni heat recovery (penangkapan panas), heat matching (penyesuaian kebutuhan), thermal energy storage (penyimpanan termal), serta heat discharge and reuse(pelepasan dan pemanfaatan kembali).

“Kami melihat potensi panas buangan pabrik semen sangat besar. Namun pemanfaatannya belum optimal karena masalah perbedaan waktu pasokan dan kebutuhan energi. Melalui REHEAT-X, sistem tidak sekadar menangkap panas saat tersedia, langkah ini meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular,” ujar Faradina Citra.

Tak berhenti sampai situ, pada kategori Smart Manufacturing, tim UNAIR menyajikan gagasan platform cerdas bertajuk SIGMA-QC (Smart Integrated Guarding, Monitoring & Analytics for Quality Control). Inovasi ini hadir untuk mengatasi persoalan terfragmentasinya proses pengawasan kualitas (quality control) dan pemeliharaan mesin (maintenance) pada industri manufaktur konvensional.

Mengusung visi “One Platform, Connected Quality, Smarter Manufacturing”, SIGMA-QC mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dalam tiga tahapan kerja. Yaitu Sense (pemeriksaan visual otomatis dan pemantauan sensor mesin), Think (analisis data menggunakan AI untuk Root Cause Analysis dan perkiraan sisa umur komponen/RUL), serta Act (rekomendasi tindakan cepat guna mencegah unplanned downtime).

“Selama ini pengawasan kualitas produk dan perawatan mesin sering berjalan secara terpisah. Lewat SIGMA-QC, kami menghubungkan data pemantauan sensor mesin dan inspeksi visual produk ke dalam satu ekosistem analitik terpadu. Platform ini membantu industri mendeteksi potensi kerusakan mesin lebih awal sekaligus menjaga konsistensi mutu produk secara real-time,” tambah Citra.

Keberhasilan menyabet dua kategori juara satu sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara tata kelola operasional dan penguasaan teknologi kontrol mampu melahirkan inovasi yang solutif, komunikatif, serta aplikatif menjawab tantangan industri masa depan.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top