Dr Maya Septriana SSi Apt MSi memaparkan materinya dalam acara FGD yang bertajuk “Dari Tradisi Menjadi Industri Herbal untuk Kesehatan dan Nilai Ekonomi” di JTV pada Jumat (23/10/2026). (Foto: Ainnur Ayu Nanda Agustin)

Dosen Battra UNAIR Tekankan Pentingnya Keamanan Penggunaan Herbal

55 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Kekayaan tanaman herbal Indonesia menyimpan potensi besar bagi pemeliharaan kesehatan sekaligus pengembangan nilai ekonomi bangsa. Namun, masyarakat perlu memahami cara penggunaan yang tepat agar manfaat pengobatan tradisional dapat berjalan beriringan dengan prinsip keamanan dan bukti ilmiah.

Hal tersebut menjadi salah satu sorotan Dr Maya Septriana SSi Apt MSi dosen Program Studi Pengobatan Tradisional (Battra) Universitas Airlangga (UNAIR), dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Dari Tradisi Menjadi Industri Herbal untuk Kesehatan dan Nilai Ekonomi. Maya menyampaikan materi tersebut melalui siaran langsung kanal YouTube JTV Rek dari Studio 3 JTV Surabaya pada Jumat (23/10/2026) bersama dua narasumber lainnya.

Maya Septriana menjelaskan bahwa pemanfaatan jamu dan tanaman obat telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia. Pengetahuan turun-temurun tersebut memiliki peluang untuk berkembang melalui penelitian ilmiah sehingga masyarakat dapat memahami manfaat, keamanan, dan batas penggunaan setiap bahan herbal.

“Menjaga kesehatan tidak sama dengan mengobati penyakit. Herbal dapat membantu menjaga kebugaran dan melengkapi gaya hidup sehat, seperti tidur cukup, rutin bergerak, dan mengonsumsi makanan seimbang. Namun, keluhan yang menetap atau berat tetap memerlukan pemeriksaan dan penanganan tenaga medis,” jelasnya.

Ia juga mencontohkan tanaman kelor yang dapat menjadi bagian dari konsumsi pangan sehari-hari. Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa manfaat tanaman bergantung pada kandungan, cara pengolahan, jumlah konsumsi, dan kondisi setiap individu. Karena itu, klaim yang menjanjikan kesembuhan secara cepat perlu mendapat perhatian kritis.

Kegiatan FGD yang bertajuk Dari “Tradisi Menjadi Industri Herbal untuk Kesehatan dan Nilai Ekonomi” di JTV pada Jumat(23/10/2026). (Foto: Ainnur Ayu Nanda Agustin)

Maya mengingatkan masyarakat agar memeriksa identitas bahan, memastikan produk memiliki izin edar BPOM sesuai kategorinya, dan mengikuti aturan pakai atau takaran. Pengolahan dan penyimpanan yang bersih juga berperan penting dalam menjaga mutu bahan herbal.

“Jangan mudah percaya pada testimoni atau klaim kesembuhan yang berlebihan. Sebelum membeli, periksa izin edar, komposisi, aturan pakai, dan dasar buktinya. Jika sedang mengonsumsi obat dokter, hamil, atau memiliki penyakit kronis, konsultasikan penggunaan herbal kepada tenaga kesehatan,” tuturnya.

Ia turut menyarankan penyimpanan bahan herbal di tempat kering, tidak lembap, serta terlindung dari sinar matahari langsung. Wadah bersih dan tertutup dapat membantu menjaga kualitas bahan selama penyimpanan.

Di akhir, Maya mengajak masyarakat merawat warisan herbal Indonesia melalui penggunaan yang bijak, aman, dan bertanggung jawab. “Minumlah jamu setiap hari agar bangsa Indonesia tercapai cita-citanya sehat di tahun 2045,” tutupnya.

Penulis: Ainnur Ayu Nanda Agustin

Editor: Khefti Al Mawalia

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top