Posyandu Ternak Keliling Inisasi TEP UNAIR Pantau Kesehatan 1.111 Sapi di Prafi

179 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Kesiagaan dalam pemantauan kesehatan ternak, pencatatan reproduksi, serta peningkatan manajemen pemeliharaan sapi di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat terus menjadi fokus utama Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 Universitas Airlangga (UNAIR) dalam program ini. Hampir empat bulan sejak penempatan pada Agustus lalu, tim yang diketuai oleh Prof Dr Erma Safitri drh MSi itu menghadirkan pendampingan peternak sapi rakyat melalui posyandu ternak keliling.

Prof Erma menuturkan, posyandu ternak keliling yang mereka lakukan mencakup pendataan populasi ternak, pengisian kartu pencatatan (recording), pengamatan kondisi kesehatan umum sapi, dan pencatatan status reproduksi. Tidak hanya itu, tim juga melakukan pendokumentasian riwayat pengobatan, rekomendasi pemeliharaan, termasuk pengelolaan pakan, pemantauan kesehatan, dan penanganan permasalahan yang ditemukan selama proses pendampingan peternak.

“Tentunya, terdapat cakupan yang menjadi tolak ukur posyandu ternak keliling ini. Cakupan awal sapi berjumlah sekitar 1.000 ekor sebagai pendataan awal, dengan prioritas pemantauan intensif terhadap sekitar 150–200 ekor sapi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof Erma bercerita bahwa di lapangan, ia dan tim menemui berbagai persoalan kondisi ternak sapi. Mulai dari keunikan, hingga keprihatinan. Tim menemukan bahwa tidak sedikit pternak yang melepasliarkan sapi di area ladang jagung, perkebunan sawit, atau bahkan yang tertata rapi di dalam kandang.

“Sementara itu, permasalahan lain yang kami temui selama melaksanakan posyandu ternak keliling adalah, banyak sapi yang mengalami cacingan dan parasit atau caplak,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR itu.

Tim Ekspedisi Patriot 13 UNAIR saat melakukan posyandu ternak keliling di Prafi, Manokwari
Tim Ekspedisi Patriot 13 UNAIR saat melakukan posyandu ternak keliling di Prafi, Manokwari (Foto: Istimewa)

Melalui program tersebut, Prof Erma dan tim berharap dapat membantu peternak mengenali kondisi ternaknya secara lebih menyeluruh, memantau perkembangan kesehatan dan reproduksi, serta mengambil keputusan pemeliharaan berdasarkan informasi yang terdokumentasi.

“Dengan adanya pendampingan dan transfer pengetahuan, kami berharap peternak semakin mampu menerapkan praktik pemeliharaan yang baik sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha ternak,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Quality Education) melalui posyandu ternak keliling untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengelolaan ternak yang sehat dan produktif, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan peternakan berkelanjutan di kawasan transmigrasi.

Penulis: Tim Ekspedisi Patriot 13 UNAIR

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top