UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Garuda Sakti Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Sosialisasi dan Talkshow Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) UNAIR 2026. Acara yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) di Aula Candradimuka Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus MERR-C UNAIR ini bertujuan untuk menjaring dan membina potensi mahasiswa dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) UNAIR 2027.
Perwakilan Direktorat Kemahasiswaan, Dr Ratri Maya Sitalaksmi drg MKes PhD SpPros(K), memaparkan secara menyeluruh mengenai mekanisme seleksi, regulasi, hingga skema penilaian yang harus dipersiapkan para calon peserta.
“Kami sangat bangga melihat semangat luar biasa dari rekan-rekan mahasiswa hari ini. Kampus senantiasa membuka pintu seluas-luasnya bagi kalian yang ingin bertumbuh, mengasah potensi, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Dr Ratri.
Tiga Kategori Kompetisi dan Inklusivitas
Lebih lanjut, Ratri menjelaskan bahwa terdapat tiga kategori kompetisi tahun ini. Kategori tersebut meliputi program sarjana, program vokasi, serta jalur khusus bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.

Ia menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar mengejar gelar Mawapres semata. “Ini merupakan perjalanan membentuk karakter, melatih pemikiran kritis, serta menunjukkan kontribusi nyata Ksatria Airlangga. Jangan pernah ragu menunjukkan potensi terbaik kalian,” tegasnya.
Terkait persyaratan, pendaftar wajib mengantongi status aktif pada PDDIKTI dan UNAIR. Batas semester pendaftar mencakup maksimal semester tujuh bagi jenjang sarjana dan D4, serta maksimal semester lima bagi jenjang D3.
Selain itu, batasan umur per 1 September 2027 yakni maksimal 22 tahun untuk sarjana/D4 serta 21 tahun untuk D3.Peserta juga belum pernah menjadi finalis tingkat nasional. Mengenai batasan umur tersebut, Ratri menegaskan aturan berlaku mutlak tanpa toleransi kelebihan hari.
Tiga Komponen Penilaian Utama
Terdapat tiga komponen utama penilaian yang wajib peserta lengkapi, meliputi capaian unggulan, karya utama, serta kemampuan berbahasa Inggris. Capaian unggulan memuat rekam jejak prestasi terbaik mencakup tujuh bidang, seperti kompetisi, penghargaan, pengakuan, organisasi, hasil karya, pemberdayaan, dan kewirausahaan.
Terkait pengisian dokumen capaian unggulan, Ratri memberikan arahan tegas. “Pilihlah capaian unggulan yang terbaik, 10 yang terbaik yang kalian punya. Tapi satu bidang dari tujuh bidang itu, maksimal per bidangnya empat,” jelasnya.
Sementara itu, karya utama jenjang sarjana berwujud gagasan kreatif memuat konsep solusi isu-isu aktual masyarakat sepanjang 10–20 halaman. Peserta program vokasi menyusun karya berupa produk inovatif atau prototipe fungsional.
“Gagasan kreatif ini untuk sarjana, fokusnya pada konsep strategi penyelesaian masalah. Silakan cari isu-isu yang lagi relevan saat ini,” pesan Ratri.
Ratri berharap bahwa acara ini bisa menjadi ajang penyaringan mahasiswa unggul di lingkup UNAIR. “Harapannya acara ini bisa menjaring mahasiswa dengan prestasi unggul untuk bisa lanjut ke nasional membawa nama UNAIR. Harapannya Mahasiswa UNAIR bisa melaju ke ajang nasional pada bidang Mawapres,” pungkasnya.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Yulia Rohmawati
