Peserta AICECS mencoba minuman herbal yang diproduksi oleh warga Kampung Lawas Maspati hasil dari tanaman toga (Foto : istimewa).

Kenalkan Eco-Heritage Surabaya, Kegiatan AICECS 2026 Jelajahi Kampung Lawas Maspati

101 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Kementerian Hubungan Luar BEM FISIP dan BEM FIB Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Airlangga Global Engagement (AGE) menggelar kegiatan Airlangga International Cultural Environmental Community Service (AICECS) 2026. Program tersebut terdiri dari beberapa rangkaian, salah satunya adalah kunjungan di Kampung Lawas Maspati Surabaya pada Rabu (28/10/2026). 

Sebanyak 20 mahasiswa internasional dari berbagai negara mengikuti kegiatan ini dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai kelestarian lingkungan serta sejarah perjuangan di Surabaya. Selama mengelilingi kawasan, para peserta didampingi oleh pemandu lokal yang menjelaskan kearifan lokal dan situs sejarah heritage. 

Foto bersama mahasiswa internasional dalam program AICECS 2026 di Kampung Lawas Maspati (Foto: istimewa).
Foto bersama mahasiswa internasional dalam program AICECS 2026 di Kampung Lawas Maspati (Foto: istimewa).
Usung Konsep Eco-Heritage dan Ramah Lingkungan

Cikita Angeli, Ketua Pelaksana AICECS, menjelaskan bahwa Kampung Lawas Maspati dipilih karena memiliki situs sejarah budaya yang masih dipertahankan dengan baik. Selain itu, masyarakatnya juga berkomitmen untuk menjadikan kawasan memiliki banyak macam jenis tanaman toga dan zero waste. 

“Kami ingin memberikan wawasan kepada mahasiswa internasional bahwa Surabaya memiliki kampung ramah lingkungan yang menjunjung tinggi kelestarian budaya. Harapannya, seluruh peserta mendapatkan pengalaman berkesan dan memahami praktik pengelolaan lingkungan dengan baik,” ujarnya.

Jelajahi Jejak Sejarah

Selama kegiatan, para peserta mengunjungi Omah Tua 1907 yang pernah menjadi markas penyusunan strategi perang kemerdekaan, Sekolah Ongko Loro (Tweede Inlandsche School), serta kediaman Raden Sumomiharjo. Mereka juga diajak memahami filosofi arsitektur rumah Jawa tahun 1950-an. 

Kunjungan ini mendapat antusiasme positif dari para peserta yang hadir. Mereka terkesan dengan keramahan warga lokal serta kepedulian masyarakat dalam merawat warisan leluhur. 

Abdul Ali, salah satu peserta AICECS dari afganistan, mengaku terkesan selama mengikuti rangkaian eksplorasi budaya di Kampung Lawas Maspati. “Kegiatannya seru dan orang-orangnya sangat memperhatikan budaya yang mereka miliki. Kampung ini menjadi tempat yang tidak terlupakan dan sangat cocok untuk mengenal kebudayaan Indonesia,” ungkapnya.

Penulis : Maulya Afifah Zahra 

Editor : Ragil Kukuh Imanto 

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top