Ketika investor membeli saham sebuah perusahaan, mereka tidak hanya melihat laba, pendapatan, atau harga saham. Mereka juga ingin mengetahui: seberapa dapat dipercaya laporan keuangan perusahaan tersebut? Di sinilah peran auditor menjadi penting. Namun, laporan audit yang terlalu standar sering kali dianggap kurang memberikan informasi baru bagi investor. Untuk menjawab persoalan tersebut, dunia audit memperkenalkan Key Audit Matters (KAM) atau hal-hal utama dalam audit. KAM merupakan bagian dari laporan auditor yang menjelaskan area paling signifikan dalam proses audit, terutama persoalan yang memiliki risiko tinggi, membutuhkan pertimbangan profesional yang besar, atau melibatkan estimasi akuntansi yang kompleks.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Suham Cahyono, S.Ak., M.Acc., Prof. Dr. Ardianto, SE., M.Si., Ak., CA., CMA., dan Dr. Noor Adwa Sulaiman, M.Sc., PhD., ACCA., tergabung dalam penelitian kolaborasi internasional antara Universitas Airlangga, Indonesia dan Universiti Malaya, Malaysia berjudul “Key Audit Matters and Value-Relevant Signals: The Role of Audit Committee Expertise and Regulatory Reform in ASEAN Emerging Markets” mengkaji apakah KAM benar-benar diperhatikan oleh pasar. Penelitian ini menggunakan 9.847 observasi perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam selama periode 2015–2024.
KAM bukan sekadar formalitas
Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa KAM memiliki relevansi terhadap nilai perusahaan. Dengan kata lain, semakin informatif pengungkapan KAM, semakin positif pula kaitannya dengan penilaian pasar terhadap perusahaan. Mengapa? Karena KAM memberikan informasi tambahan mengenai area perusahaan yang dianggap paling berisiko atau kompleks oleh auditor. Investor dapat menggunakan informasi tersebut untuk memahami kualitas pelaporan keuangan, risiko perusahaan, serta bagaimana auditor merespons risiko tersebut.
Menariknya, penelitian ini tidak hanya melihat berapa banyak KAM yang diungkapkan, tetapi juga memperhatikan panjang dan tingkat spesifikasi pengungkapannya. KAM yang lebih spesifik dan memberikan informasi yang benar-benar berkaitan dengan kondisi perusahaan cenderung lebih bermanfaat dibandingkan pengungkapan yang hanya menggunakan bahasa standar atau boilerplate.
Namun, kualitas KAM juga bergantung pada siapa yang mengawasinya
Temuan berikutnya membawa kita pada peran komite audit. Tidak semua perusahaan mampu mengubah informasi audit menjadi informasi yang bernilai bagi pasar. Komite audit dengan keahlian akuntansi, keuangan, dan audit yang lebih kuat dapat memahami temuan auditor secara lebih kritis, menantang keputusan manajemen, dan memastikan bahwa persoalan penting yang ditemukan auditor mendapatkan perhatian yang memadai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keahlian komite audit memperkuat hubungan positif antara KAM dan nilai perusahaan. Bahkan, interaksi antara KAM dan keahlian komite audit ditemukan positif dan signifikan pada berbagai ukuran KAM. Artinya, transparansi saja tidak cukup. Informasi yang baik membutuhkan tata kelola yang mampu memahami dan menindaklanjutinya.
Regulasi juga menentukan apakah KAM dipercaya pasar
Penelitian ini menemukan dimensi lain yang tidak kalah penting: kualitas lingkungan regulasi. Kekuatan standar auditing dan pelaporan berperan sebagai mekanisme yang menjembatani hubungan antara KAM dan nilai perusahaan. Analisis mediasi menunjukkan bahwa pengaruh tidak langsung tersebut signifikan. Untuk ukuran spesifikasi KAM, misalnya, efek mediasi mencapai sekitar 14,1% dari total efek. Hasil bootstrapping juga mengonfirmasi bahwa jalur mediasi tersebut signifikan.
Pesannya jelas: KAM akan lebih dipercaya ketika berada dalam lingkungan regulasi yang kuat. Jika standar hanya menjadi aturan formal, perusahaan dan auditor dapat terjebak pada pengungkapan yang seragam. Sebaliknya, regulasi dan pengawasan yang kuat dapat mendorong pengungkapan yang lebih spesifik, kredibel, dan relevan bagi investor.
Pelajaran bagi perusahaan dan regulator
Penelitian ini memberikan satu pesan penting: nilai sebuah laporan audit tidak hanya ditentukan oleh apa yang diungkapkan, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan lingkungan institusional yang mendukungnya. Bagi perusahaan, memperkuat kompetensi komite audit merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas pengawasan laporan keuangan. Bagi auditor, KAM seharusnya tidak diperlakukan sebagai kewajiban administratif semata, tetapi sebagai sarana komunikasi yang benar-benar membantu investor memahami risiko perusahaan. Sementara bagi regulator dan pembuat standar, penguatan pengawasan audit dan penerapan ISA 701 secara substantif menjadi penting agar KAM tidak berubah menjadi sekadar “formalitas tahunan”. Pada akhirnya, transparansi yang berkualitas dapat membangun kepercayaan, dan kepercayaan merupakan salah satu fondasi penting dalam pembentukan nilai perusahaan di pasar modal.
Penulis: Ardianto
Detail tulisan ini dapat diakses pada: https://www.emerald.com/ijoem/article/doi/10.1108/IJOEM-11-2025-2568/1386909/Key-audit-matters-and-value-relevant-signals-the
