Ilustrasi AIP (Artikel Ilmiah Populer) (Foto: UNAIR NEWS)

Efektivitas Dewan Pengawas Syariah dan Ketahanan Perbankan Islam di Tengah Ketidakpastian

19 Views•3 minutes read

Perbankan syariah di kawasan Gulf Cooperation Council (GCC) menghadapi lingkungan yang semakin kompleks. Fluktuasi harga minyak, ketidakpastian geopolitik, perubahan kebijakan moneter, serta tekanan pascapandemi membuat bank harus mampu menjaga keseimbangan antara likuiditas, risiko, dan kinerja pasar secara bersamaan. Dalam kondisi tersebut, Dewan Pengawas Syariah (Sharia Supervisory Board/SSB) tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai lembaga yang memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Penelitian Ardianto, Cahyono, Sulaiman, dan Sarea menunjukkan bahwa SSB dapat berfungsi sebagai sumber daya kapabilitas dinamis (Dynamic Capability Resource) yang membantu bank beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ardianto, SE., M.Si., Ak., CA., CMA, Dr. Suham Cahyono, S.Ak., M.Acc., Dr. Noor Adwa Sulaiman, M.Sc., Ph.D., dan Prof. Dr. Adel Sarea, BCON., M.Com (ECON)., Ph.D., FHEA, menganalisis 38 bank syariah di enam negara GCC selama 2018–2024 dengan 463 observasi firm-year. Efektivitas SSB diukur melalui karakteristik seperti ukuran dewan, frekuensi rapat, latar belakang pendidikan dan kompetensi anggota, serta independensi. Kerangka yang digunakan menarik karena tidak hanya melihat satu indikator kinerja, tetapi mengintegrasikan tiga rezim sekaligus: likuiditas, risiko, dan posisi pasar.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas tata kelola syariah memiliki konsekuensi nyata terhadap ketahanan keuangan bank, meskipun pengaruhnya tidak selalu bersifat linear. Pada analisis dasar, keberadaan dan intensitas struktur pengawasan syariah tertentu dapat menimbulkan tekanan terhadap likuiditas karena kepatuhan yang lebih ketat dapat membatasi fleksibilitas bank dalam menggunakan instrumen likuiditas konvensional. Namun, ukuran SSB yang lebih besar menunjukkan pengaruh positif pada berbagai indikator likuiditas, yang mengindikasikan bahwa keberagaman keahlian dapat membantu bank mengembangkan solusi likuiditas yang tetap sesuai syariah. Yang lebih menarik, ketika volatilitas harga minyak meningkat, pengaruh tata kelola syariah menjadi semakin kuat. Interaksi antara karakteristik SSB dan volatilitas harga minyak secara konsisten menunjukkan hubungan positif terhadap FDR, LAR, SFR, maupun HQLA. Dengan demikian, SSB tampaknya semakin penting justru ketika lingkungan ekonomi menjadi lebih bergejolak. Temuan ini memperlihatkan bahwa tata kelola syariah bukan sekadar mekanisme kepatuhan, tetapi dapat menjadi buffer strategis yang membantu bank menghadapi tekanan eksternal dan mempertahankan stabilitas keuangan.

Implikasinya jauh lebih luas daripada sekadar memperkuat struktur Dewan Pengawas Syariah. Penelitian ini menunjukkan bahwa bank syariah membutuhkan SSB yang memiliki kompetensi, independensi, kapasitas koordinasi, dan kemampuan membaca perubahan lingkungan. Dalam perspektif Dynamic Capability Theory, kekuatan SSB terletak pada kemampuannya untuk mengenali perubahan (sensing), merespons peluang dan risiko (seizing), serta menyesuaikan sumber daya dan kebijakan bank (reconfiguring) ketika kondisi ekonomi berubah. Karena itu, regulator di negara-negara GCC perlu mengembangkan mandat SSB dari sekadar pengawasan kepatuhan menuju peran strategis dalam membangun ketahanan sistem keuangan syariah. Bagi manajemen bank, penguatan kompetensi anggota SSB dan pengembangan instrumen likuiditas yang inovatif namun tetap sesuai prinsip syariah menjadi agenda penting. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan pesan sederhana tetapi fundamental: ketahanan bank syariah tidak hanya dibangun dari modal dan likuiditas, tetapi juga dari kualitas tata kelola yang mampu beradaptasi ketika dunia berubah.

Penulis: Ardianto

Untuk mengakses informasi secara keseluruhan dari penelitian ini, dapat diperoleh dari tautan berikut: https://www.emerald.com/imefm/article/doi/10.1108/IMEFM-12-2025-0964/1388574/Sharia-supervisory-board-effectiveness-and-three

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top