Keluarga memiliki peran sentral bagi penderita schizophrenia sebagai pengasuh informal dalam perawatan berkelanjutan di rumah selain memiliki tanggung jawab moral untuk menyediakan suasana rumah yang nyaman sehingga pasien dengan skizofrenia dapat beradaptasi dengan lingkungan psikologis baru dan melakukan rekonstruksi kognitif dan perilaku untuk mencapai emosi yang stabil. Namun keberadaan schizophrenia dalam keluarga membuat suasana keluarga menjadi stres, dan kebutuhan untuk pendampingan sepanjang hari memberikan beban yang signifikan pada anggota keluarga lainnya. Sementara itu, stigma masyarakat terhadap penderita skizofrenia sebagai individu yang gagal secara moral, ditandai dengan perilaku yang selalu bergantung pada orang lain, membahayakan lingkungan, tidak produktif, perilaku sulit diprediksi dan dapat ditelusuri hingga ke keluarga, membuat keluarga merasa terbebani, sehingga keberadaan mereka sangat mudah untuk dikenali, dan stigma masyarakat terhadap penderita skizofrenia sebagai kutukan dari Tuhan dan penebusan dosa yang dilakukan di masa lalu, menambah penderitaan keluarga.
Populasi penelitian adalah keluarga dengan skizofrenia yang berjumlah 73 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Kriteria inklusi adalah (1) Keluarga dengan skizofrenia yang memberikan perawatan, (2) Tinggal serumah dengan penderita skizofrenia, (3) Memiliki hubungan keluarga sebagai suami, istri, keponakan, adik laki-laki, adik perempuan, ayah, ibu. Keluarga sebagai responden akan dikeluarkan dari sampel jika keluarga tersebut sedang jauh dari rumah atau menolak menjadi responden.
Hasil uji deskripsi statistik menunjukkan bahwa beban subjektif pengasuh yang paling kuat dirasakan terdapat pada pengasuhan. Sementara itu, koping keluarga yang diberikan kepada penderita skizofrenia terdapat pada pendekatan religious. Penelitian ini menggunakan pendekatan proses keluarga karena dinamika dalam keluarga akan terjadi selama penderita skizofrenia berada di lingkungan tempat tinggalnya. Berdasarkan hasil penelitian, keluarga memiliki peran sentral sebagai pengasuh informal dalam melanjutkan perawatan di rumah. Keluarga juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga suasana rumah yang nyaman untuk ditinggali agar penderita skizofrenia dapat beradaptasi dengan lingkungan psikologis yang baru, serta melakukan rekonstruksi kognitif dan perilaku untuk mencapai emosi yang stabil. Latar belakang budaya jawa melalui ungkapan perasaan kemanusiaan dan ikatan persaudaraan, menjadi modal penting dalam berperan sebagai pengasuh informal dengan mengusahakan untuk meluangkan banyak waktu bersama dan membantu meningkatkan perilaku asertif, karena kehadiran keluarga sangat berarti bagi penderita skizofrenia. Walaupun tujuan penyembuhan fungsional merupakan tujuan yang ingin dicapai keluarga sebagai pengasuh informal, namun hal ini bukanlah tujuan akhir dari pengobatan, sehingga penyembuhan fungsional dijadikan acuan bagi keluarga apabila telah mencapai fungsi kognitif dan sosial yang memadai
Implikasi dari hasil penelitian ini bahwa terdapat bukti empiris tentang beban yang ditanggung keluarga dan bagaimana strategi koping yang dipilih oleh keluarga dalam menghadapi kehadiran seseorang dengan skizofrenia dalam keluarga. Hasil penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penggunaan berbagai strategi koping akibat kehadiran orang dengan skizofrenia dalam keluarga agar mereka tidak merasa terbebani, serta meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk merawat anggota keluarga dengan skizofrenia, sehingga hal tersebut tidak dianggap sebagai hambatan atau ancaman, tetapi dianggap sebagai tantangan untuk segera keluar dari kesengsaraan, karena bagaimanapun juga, skizofrenia yang dialami anggota keluarga bukanlah pilihan mereka, tetapi takdir yang harus diterima karena garis keturunan mereka
Penulis: Dr. Abd.Nasir , S.Kep.Ns ., M.Kep
Informasi lebih rinci dari penelitian ini dapat dilihat pada tulisan kami tentang:
doi : DOI: 10.4103/ijnmr.ijnmr_73_24
Abd Nasir, Ila Vimasturoh, Rindayati, Endah Wijayanti, Makhfudli, Yanis Kartini (2025). The Caregiver Burden and Family Coping in Families with Schizophrenia: Cross-sectional Study. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research 2025; 30:846‑50. Submitted: 28‑Feb‑2024. Revised: 19‑Apr‑2025. Accepted: 28‑Apr‑2025. Published: 03‑Nov‑2025





