UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan program kerja Gerakan Darurat Gebyar Donor Darah 2.0 (Gedar-Gedor 2.0). Kegiatan tersebut terselenggara melalui Kementerian Sosial dan Lingkungan BEM FISIP guna mendukung kebutuhan akan transfusi darah.
Acara tersebut terselenggara di Aula Soetandyo, Gedung B FISIP, Kampus Dharmawangsa-B, UNAIR pada (12/10/2026). Acara tersebut terbuka bagi umum dan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas.
Kegiatan Gedar-Gedor 2.0 menjadi upaya untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap layanan donor darah. Kegiatan ini mengajak masyarakat membantu sesama melalui kesadaran akan pentingnya donor darah bagi kehidupan.
Menumbuhkan Kepedulian sebagai Makhluk Sosial
Wakil Ketua Pelaksana Gedar-Gedor 2.0, Mutiara Salsabila menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian sosial melalui aksi donor darah. Mutiara melanjutkan bahwa kegiatan ini berangkat dari kesadaran manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan.
“Kita ingin menerapkan itu pada anak-anak FISIP juga dan semuanya, untuk melakukan donor darah agar bisa bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Dalam persiapannya, panitia membutuhkan waktu sekitar dua bulan dengan mengadakan tiga kali pre-event untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Sosialisasi berlangsung di sekitar kampus, kawasan jalan Tunjungan, dan Taman Bungkul saat Car Free Day (CFD) melalui pembagian brosur, pemasangan standing banner, serta pemeriksaan tekanan darah gratis.
Dalam pelaksanaannya, BEM FISIP bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya yang menangani teknis donor darah serta membantu persiapan dan mengarahkan peserta selama kegiatan berlangsung.
Melalui Gedar-Gedor, Mutiara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepedulian sosial dan kesehatan semakin meningkat. “Harapannya, semoga acara ini bisa semakin membuat orang-orang sadar bahwa peduli terhadap sesama itu penting. Kesehatan itu juga penting, apalagi donor darah untuk masyarakat.”
Dorong Kepedulian Sesama
Salah satu pendonor, Raihan Syabriyan Syadari, mengungkapkan bahwa keinginannya mengikuti donor darah berangkat dari kesadaran untuk membantu sesama. Pengalaman kehilangan saudara yang meninggal akibat kekurangan darah turut mendorongnya mendonorkan darah setelah memenuhi usia sesuai persyaratan.
Raihan mengaku senang dengan terselenggaranya Gedar-Gedor 2.0 karena memberikan kemudahan akses donor darah bagi masyarakat. “Saya merasa sangat senang karena bisa diadakan fasilitas untuk saya donor darah,” ujarnya.
Raihan berharap kegiatan serupa dapat rutin diselenggarakan agar masyarakat lebih mudah menjangkau layanan donor darah. Ia berpendapat bahwa partisipasi dari generasi muda dan masyarakat perlu untuk menjaga ketersediaan transfusi darah.
“Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah banyak orang terbantu dengan apa yang sudah kita berikan, dan mereka bisa menjalani kehidupan di dunia ini lebih baik,” tuturnya.
Penulis: Damar Anargya Pratama
Editor: Yulia Rohmawati
