Dekan Fakultas Vokasi UNAIR, Prof Dian Yulie Reindrawati SSos M M PhD, menyampaikan sambutan pembuka dalam International Conference on Vocational Innovation and Applied Sciences (ICVIAS) 2026. (Foto: Maia Chaerunnisa)

Vokasi UNAIR Dorong Riset Terapan Menjawab Tantangan Industri dan Masyarakat

25 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks menuntut perguruan tinggi menghadirkan inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata. Semangat tersebut mendorong Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan International Conference on Vocational Innovation and Applied Sciences (ICVIAS) 2026 pada Kamis (15/10/2026) di Majapahit Hall, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.

Konferensi internasional itu mempertemukan akademisi, peneliti, dan partisipan dari berbagai negara untuk memperluas pertukaran pengetahuan serta membuka peluang kolaborasi riset. Melalui forum ini, FV UNAIR mendorong perguruan tinggi vokasi menghasilkan karya ilmiah dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri serta masyarakat.

Direktur Pendidikan UNAIR, Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes, menekankan pentingnya kolaborasi antarkampus dalam mengembangkan riset dan memperluas pengetahuan. Menurutnya, konferensi menjadi kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk bertukar gagasan, membangun jejaring, serta mengembangkan inovasi bersama.

“Perkembangan otomasi dan digitalisasi turut mengubah kebutuhan dunia kerja dan kehidupan masyarakat. Karena itu, pendidikan vokasi perlu melampaui pembelajaran yang berorientasi pada kesiapan kerja. Perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan menerapkan pengetahuan dan memahami persoalan di lapangan,” ujar Dr Maftuchah.

ICVIAS 2026 menghadirkan sekitar 70 makalah dan 45 poster dari peserta lintas negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Pertemuan ini membuka kesempatan bagi peneliti untuk membandingkan best practice dalam menjawab persoalan serupa dan menemukan kemungkinan penerapan hasil riset di konteks yang berbeda. 

Kedekatan pembelajaran dengan praktik menjadi salah satu kekuatan pendidikan vokasi. Melalui riset terapan, mahasiswa dan dosen dapat menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata, mulai dari lingkungan industri hingga persoalan sosial di masyarakat.

Jajaran keynote speakers dan peserta International Conference on Vocational Innovation and Applied Sciences (ICVIAS) 2026 di Majapahit Hall, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, Kamis (15/10/2026).  (Foto: Maia Chaerunnisa)

Dekan FV UNAIR, Prof Dian Yulie Reindrawati SSos M M PhD, menjelaskan bahwa ICVIAS menjadi agenda tahunan fakultas yang terus berkembang. Tahun ini, panitia menghadirkan lokakarya untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengembangkan penelitian hingga menghasilkan luaran yang bermanfaat.

“Salah satu sesi menghadirkan editor jurnal terindeks Scopus untuk membagikan wawasan mengenai publikasi ilmiah, termasuk strategi menyiapkan makalah dan meningkatkan kualitas penelitian. Peserta juga memperoleh kesempatan berdiskusi langsung serta menggali kiat dari para editor,” jelas Prof Dian.

Selain publikasi, konferensi ini menghadirkan lokakarya paten. Sesi tersebut mendorong peserta memahami langkah untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi produk dan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat.

“Harapannya ICVIAS terus memperkuat kolaborasi dan memperluas jejaring antarpartisipan. Melalui pertukaran gagasan dan pengembangan riset terapan, konferensi ini mampu memperkaya khazanah keilmuan lintas negara yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” Pungkasnya.

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Khefti Al Mawalia

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top