opini

Sapu-Sapu: Penjajah Sungai atau Penyelamat Ekosistem Indonesia?

Kawan, pernahkah kalian melihat sungai di kota-kota Indonesia yang tadinya becek penuh lumpur, sekarang airnya lebih jernih gara-gara sekumpulan ikan kecil-kecil lagi asyik nyapu dasar sungai? Itu dia ikan sapu-sapu, alias Hypostomus plecostomus atau yang akrab disebut pleco di kalangan hobiis akuarium. Santai aja, ini bukan opini anti-ikan atau pro-alien species, tapi obrolan ringan soal

Krisis Iklim Bukan Takdir tapi Masalah Keadilan Sosial

Pernahkah terlintas di pikiran kita, kalau Hari Keadilan Sosial yang diperingati setiap 20 Februari itu sebenarnya bukan cuma soal bagi-bagi bantuan sosial atau kenaikan upah? Di era sekarang, ada ketidakadilan yang jauh lebih pelik tapi sering luput dari obrolan warung kopi, yaitu krisis iklim. Masalahnya sederhana tapi pahit. Dampak kerusakan lingkungan itu tidak pernah adil.

Kedaulatan yang Terkepung di Balik Awan

Pernahkah Anda menatap ke langit biru yang luas dan menyadari bahwa ancaman terhadap kedaulatan tak lagi selalu datang dalam wujud jet tempur yang menderu keras? Di era digital ini, ancaman itu bisa saja berwujud benda mungil, senyap, dan sekilas tampak seperti mainan, yaitu drone. Tanggal 19 Februari, hari lahir Kohanudnas (kini Koopsudnas), seharusnya menjadi momen

Pekerjaan Hijau: Lapangan Kerja Prospektif

Inisiatif untuk menyelamatkan bumi akibat dari kerusakan lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai cara. Beraktivitas dalam rangka menyelamatkan lingkungan sekaligus dengan menghasilkan pendapatan yang layak merupakan salah satu cara. ILO menegaskan bahwa pekerjaan layak yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan disebut pekerjaan hijau (green jobs) adalah pekerjaan masa depan. Lebih lanjut, paradigma green jobs lebih

sumber: NAS Online

Spirit dan Marwah Guru di Tengah Dinamika Pendidikan Digital

Dalam tradisi Islam, guru memiliki kedudukan yang sangat mulia. Konsep “Guru” tidak hanya sekadar merujuk pada profesi pengajar, melainkan pada misi spiritual untuk mencerdaskan umat, meneruskan estafet pengetahuan sebagaimana dicontohkan oleh para nabi dan ulama. Islam memandang pendidikan sebagai proses transformasi diri menuju kesempurnaan moral dan intelektual. Guru bukanlah sekadar perantara ilmu, tetapi menjadi teladan

Menumbuhkan Toleransi, Memupuk Lingkungan Inklusif

Manusia lahir dengan beragam latar belakang: kondisi fisik, suku, agama, budaya, bahkan sudut pandang yang berbeda. Keberagaman ini seharusnya menjadi kekayaan dunia yang tak ternilai. Namun, ironisnya, justru perbedaan itu sering kali menjadi pemicu perpecahan. Kita sering menyaksikan konflik karena agama, diskriminasi terhadap ras tertentu, bahkan perpecahan antar golongan yang berawal dari ketidakmampuan untuk menerima

(Foto: CNN Indonesia)

Ketika Perang Tak Hanya Membunuh Manusia, Tetapi Juga Bumi

Pada tanggal 6 November, setiap tahunnya, dunia memperingati International Day for Preventing the Exploitation of the Environment in War and Armed Conflict, yaitu hari di mana kita diingatkan bahwa lingkungan hidup tidak hanya menjadi korban pasif dalam peperangan, tetapi juga sering dijadikan aset yang dieksploitasi untuk kepentingan konflik bersenjata.  Di tengah arus berita perang yang

Jangan Tertipu Data Palsu di Media Sosial

Pernahkah terpikir bahwa data dan grafik yang terlihat rapi di media sosial bisa menjadi jebakan? Banyak orang percaya bahwa data pasti merepresentasikan fakta, padahal data bisa disulap menjadi apa saja tergantung siapa yang memegangnya. Di era digital, data sering dijadikan senjata untuk membentuk opini publik. Media sosial penuh dengan grafik yang tampak ilmiah, portal berita

Permasalahan Demokrasi di Tengah Digitalisasi

Dalam era digitalisasi yang berkembang pesat, posisi Indonesia tampak berada di persimpangan antara kemajuan dan ketertinggalan. Masyarakat seolah-olah belum sepenuhnya siap untuk dipaksa bergerak lebih cepat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di berbagai bidang. Hal ini terutama terlihat dalam ranah media dan komunikasi, yang pada era digital kini bukan hanya menjadi kebutuhan esensial,

Dari Tragedi ke Tanggung Jawab yang Hidup Setiap Hari

Bayangkan pagi itu dunia berjalan seperti biasa. Anak-anak berangkat sekolah, orang dewasa menuju kantor, pedagang menata lapaknya. Lalu dalam hitungan detik, semuanya berubah—ledakan, teriakan, debu yang menutup pandangan. Pada 19 Agustus 2003, ledakan bom mengguncang Kantor PBB di Baghdad, Irak, merenggut nyawa 22 pekerja kemanusiaan, termasuk Sérgio Vieira de Mello, seorang diplomat yang telah mengabdikan

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top