UNAIR NEWS – Mengombinasikan potensi sektor pertanian dan perikanan lokal, tim 3 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) mendampingi Kelompok Kader 4 Kampung Udapi Hilir, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari memproduksi lima olahan bernilai jual pada Minggu (6/9/2026). Melalui kegiatan Uji Coba Resep Pangan Lokal, bahan baku berupa singkong, bayam, labu kuning, ikan tuna, dan bunga telang dikreasikan menjadi tape singkong, keripik bayam, stik labu kuning, sempol tuna, serta es bunga telang sebagai perintisan usaha mikro berbasis rumah tangga.
Penguatan Mutu dan Keamanan Pangan
Pendampingan partisipatif ini memaksimalkan komoditas pekarangan dan hasil laut menjadi kudapan bergizi. Kader diajak terlibat langsung dalam formulasi resep, mulai dari menjaga kerenyahan keripik bayam dan stik labu minim minyak, mengatur kekenyalan sempol tuna, ketepatan fermentasi tape singkong, hingga pemanfaatan ekstrak bunga telang sebagai pewarna alami.
Proses interaktif ini memberikan pemahaman praktis bagi para kader dalam mengevaluasi kualitas produk secara mandiri. Salah seorang kader kelompok 4 Kampung Udapi Hilir mengungkapkan bahwa metode ini membuat kader lebih percaya diri dalam menguasai resep.
“Kami tidak hanya menerima resep. Kami ikut menyiapkan bahan, mengolah, memasak, mencicipi, dan menilai hasilnya. Kalau tekstur atau rasanya belum sesuai, kami mencoba memperbaikinya bersama,” tuturnya.
Lebih lanjut, selain masakan, pemanfaatan ekstrak bunga telang sebagai pewarna alami minuman es juga diperkenalkan untuk melengkapi sajian kudapan. Evaluasi menyeluruh dilakukan agar seluruh produk memenuhi standar kebersihan, rasa, dan estetika sehingga siap dipraktikkan ulang menggunakan peralatan rumah tangga.

Integrasi SDGs dan Keberlanjutan Usaha
Inisiatif ini turut menyokong pencapaian enam pilar Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Sebagai langkah tindak lanjut, resep hasil uji coba akan distandarisasi menjadi modul panduan yang dilengkapi kalkulasi biaya modal, penentuan harga jual, rancangan kemasan, hingga pendaftaran legalitas usaha.
Ketua Tim 3 Ekspedisi Patriot UNAIR, Dr Muthmainnah SKM MKes, berharap pendampingan ini mampu mencetak unit bisnis mandiri di desa. “Tantangannya adalah mengubah kekayaan lokal menjadi produk bernilai tambah. Dari dapur rumah tangga, produk ini diharapkan tumbuh menjadi usaha bersama yang meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Dr Muthmainnah.
Penulis: M Yasir Dharmawan Diniy
Editor: Khefti Al Mawalia





