Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Dari Lengkuas Merah ke Kandidat Antidengue: Menelusuri Potensi Alpinia purpurata

25 Views•3 minutes read

Demam berdarah dengue masih menjadi salah satu ancaman penyakit infeksi yang penting di berbagai wilayah tropis. Dari empat serotipe virus dengue, DENV-4 justru termasuk yang relatif kurang banyak diteliti. Padahal, meningkatnya sirkulasi berbagai serotipe dengue membuat pencarian kandidat antiviral baru semakin diperlukan. Hingga kini, belum tersedia terapi antiviral spesifik yang secara khusus dapat menghentikan infeksi dengue.

Di tengah tantangan tersebut, tanaman lokal Indonesia menyimpan peluang yang menarik. Salah satunya adalah Alpinia purpurata, tanaman yang dikenal dengan bunga merahnya dan masih satu kelompok dengan berbagai tanaman rempah dari famili Zingiberaceae. Penelitian terbaru mengeksplorasi apakah tanaman ini memiliki kemampuan untuk menghambat DENV-4.

Ekstrak etanol A. purpurata diuji menggunakan sel Vero E6 yang terinfeksi DENV-4. Hasilnya cukup menarik. Pemberian ekstrak secara bertingkat mampu menurunkan kerusakan sel akibat infeksi virus secara drastis, dari sekitar 78,82% menjadi hanya 4,79%. Ekstrak tersebut memiliki konsentrasi efektif 50% (EC50) sebesar 92,38 µg/mL. Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak masih perlu dioptimalkan karena nilai selectivity index (SI) yang diperoleh adalah 1,49, sehingga belum dapat dianggap sebagai kandidat antivirus yang siap digunakan.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat tanaman ini menarik?

Melalui penelusuran berbagai senyawa fitokimia dan analisis komputer, ditemukan sejumlah kandidat dari kelompok fenolik dan flavonoid. Tiga senyawa yang paling menjanjikan adalah epicatechin, asam galat, dan asam elagat. Di antara ketiganya, epicatechin tampil paling menonjol.

Dalam simulasi molecular docking, epicatechin mampu berinteraksi dengan tiga protein penting DENV-4-NS1, NS3 helicase, dan NS5 yang berperan dalam berbagai tahapan kehidupan virus. Bahkan, interaksinya dengan NS3 helicase menghasilkan nilai afinitas -7,00 kcal/mol, lebih kuat dibandingkan senyawa pembanding quercetin (-6,67 kcal/mol).

Simulasi dinamika molekuler juga menunjukkan bahwa kompleks epicatechin dengan protein-protein tersebut secara umum mampu mempertahankan kestabilannya. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa epicatechin layak diteliti lebih lanjut sebagai kandidat penghambat multitarget DENV-4.

Namun, penting digarisbawahi: ini belum berarti bunga merah tersebut dapat menjadi obat demam berdarah. Penelitian ini masih berada pada tahap awal penemuan kandidat. Diperlukan penelitian lanjutan, termasuk pemurnian senyawa aktif, pengujian yang lebih mendalam, serta validasi pada model biologis berikutnya.

Meski demikian, temuan ini memberikan pesan penting: kekayaan hayati Indonesia bukan hanya warisan alam, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk menemukan kandidat obat masa depan.

Nama               : Prof. Win Darmanto, M.Si., Med Sci., Ph.D.

NIP                 : 196106161987011001

Nomor HP       : 085648283644

Fakultas/Unit  : Sains dan Teknologi/Departemen Biologi

Judul artikel    : Antiviral Potential of Alpinia purpurata Against DENV-4: Integrated In Vitro and In Silico Evaluation of Non-Structural Protein Inhibition

Link artikel      : https://nesciences.com/article/73359/

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .