Karies gigi yang tidak segera dilakukan perawatan dapat menyebabkan infeksi jaringan saraf atau jaringan pulpa gigi dan perlu dilakukan perawatan saluran akar gigi apabila gigi ingin dipertahankan. Ekstirpasi jaringan pulpa adalah proses pengambilan jaringan pulpa yang merupakan bagian dari tahap perawatan saluran akar yang termasuk dalam tahap preparasi saluran akar. Pada saat perawatan saluran akar dapat terjadi yang Namanya flare up. Flare up didefinisikan sebagai terjadinya rasa nyeri, bengkak atau keduanya yang terjadi selama perawatan saluran akar yang menyebabkan pasien melakukan kunjungan yang tidak terjadwal ke dokter gigi. Flare up yang terjadi pada saat perawatan saluran akar merupakan masalah yang serius.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan menyebutkan kejadian flare up berkisar antara 2% – 20% selama perawatan saluran akar dan frekwensi tertinggi flare up terjadi 24 jam setelah perawatan saluran akar. Jika flare up ini dihubungkan dengan diagnosa jaringan pulpa, ternyata menurut penelitian yang telah dilakukan hasilnya masih berbeda-beda dan ternyata hubungan antara terjadinya flare up dengan diagnosa jaringan pulpa masih kontroversi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis terjadinya flare up secara imunohistokimia pada jaringan pulpa gigi yang dilakukan ekstirpasi berdasarkan ekspresi MAPK dan NaV-1.8 pada pada sel saraf jaringan pulpa gigi.
Metode dan Hasil
Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dilakukan dengan menggunakan 27 tikus Spraque Dawley sebagai subyek yang dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari masing-masing sembilan subjek yaitu: kelompok kontrol, kelompok ektirpasi jaringan pulpa, dan kelompok LPS + ekstirpasi jaringan pulpa. Sampel diambil dari daerah sepertiga apikal gigi insisivus rahang bawah dan diperiksa menggunakan metode imunohistokimia. Terdapat perbedaan yang bermakna pada ekspresi MAPK dan NaV-1.8 antara kelompok kontrol, kelompok ekstirpasi jaringan pulpa dan kelompok LPS + ekstirpasi jaringan pulpa (p <0,05), Pada kelompok ekstirpasi jaringan pulpa jika dibandingkan dengan kelompok kontrol terdapat peningkatan yang bermakna pada ekspresi MAPK dan NaV-1.8, sedangkan pada kelompok LPS + ekstirpasi jaringan pulpa jika dibandingkan dengan kelompok kontrol terdapat penurunan yang bermakna ekspresi MAPK dan NaV-1.8. Melalui jalur MAPK, penurunan TRAF-6 menyebabkan penurunan NaV-1.8. Ketika jaringan pulpa terinflamasi (kelompok LPS + ekstirpasi jaringan pulpa) diekstirpasi, terjadi ekspresi berlebih dari HSP70, yang menyebabkan penghambatan TRAF6. Akibatnya, penghambatan ini mengakibatkan penurunan MAPK, yang selanjutnya menurunkan Nav1.8. Ekstirpasi jaringan pulpa akan berpotensi menyebabkan flare up yang lebih tinggi pada pulpa normal (kelompok ekstirpasi jaringan pulpa) dibandingkan dengan pulpa terinflamasi (kelompok LPS + ekstirpasi jaringan pulpa).
Penulis: Galih Sampoerno, Agustina Restu Nurkhotimah, Arvia Diva Firstiana, Naufal Hafidz Adipradana.
Informasi detail dari riset dapat dilihat pada:
https://www.echemcom.com/?_action=press&issue=-1
Galih Sampoerno, Agustina Restu Nurkhotimah, Arvia Diva Firstiana, Naufal Hafidz Adipradana, (2023). Expression of mapk and nav-1.8 in nerve cells in normal and inflamed pulp after dental pulp tissue extirpation. Eurasian Chemical Communication.





