FTMM NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga melaksanakan Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Kelompok Desa Sukorejo merancang program yang menjawab kebutuhan lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga yang terangkum dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Program utama kelompok seperti bank sampah dan pemberdayaan maggot. Namun terdapat program kerja pendukung seperti rumah ramah mengajar, sahabat edukasi sekolah, peduli ternak sehat, senam sehat ceria, dan usaha cakap digital. Mahasiswa menggandeng perangkat desa, ibu-ibu Pemberdayan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Karang Taruna, dan warga setempat untuk mendorong partisipasi aktif dan berkelanjutan.
Kelompok Desa Sukorejo, membangun bank sampah pada salah satu RT/RW 01/02 Dusun Sukorejo untuk menurunkan pembakaran sampah oleh warga. Warga melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum meletakkan pada bank sampah. Program ini menumbuhkan kesadaran lingkungan serta mengurangi pencemaran udara di sekitar permukiman.
Tim KKN Kembangkan Maggot

Sementara itu, tim mengembangkan pemberdayaan maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Warga mengumpulkan sisa dapur lalu mengolahnya sebagai pakan maggot yang sudah disediakan pada bank sampah. Maggot dapat menghasilkan pakan ternak alternatif yang bernilai jual sehingga dapat mengurangi pakan ternak yang dimiliki. Program ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi sirkular dan mendukung ketahanan pangan desa yang dibantu dengan BUMDes dan Karang Taruna sebagai keberlanjutan dari program bank sampah dan pemberdayaan maggot.
Mahasiswa Universitas Airlangga di Desa Sukorejo juga menjalankan program bernama Rumah Ramah Mengajar untuk membantu siswa SD memahami materi sekolah dengan lebih mudah melalui permainan-permainan yang relevan dengan pelajaran sekolah. Mahasiswa mengajar Matematika, Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Jasmani, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kelompok di Desa Sukorejo juga menjalankan program dengan nama Sahabat Edukasi Sekolah yang menjelaskan mengenai softskill dan kampanye anti perundungan. Dengan demikian siswa SMP belajar komunikasi, empati, serta keberanian menyampaikan pendapat secara positif supaya mengurangi angka perundungan pada tingkat sekolah.
Berikan Sosialisasi Budidaya Ikan Air Tawar
Selain itu, kelompok Desa Sukorejo juga mengadakan Peduli Ternak Sehat melalui sosialisasi budidaya ikan air tawar. Pertama, warga mempelajari teknik pakan, kedua kualitas air, juga manajemen panen sederhana supaya dapat meningkatkan pengolahan pada tambak-tambak warga sekitar dan meningkatkan ekonomi warga sekitar. Kemudian terdapat Senam Sehat Ceria yang mengajak ibu-ibu desa menjaga kebugaran bersama dengan mendatangkan seorang instruktur dan berbagai hadiah menarik. Program Usaha Cakap Digital melatih pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam membuat Google Maps usaha serta menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) secara tepat dan perhitungan dasar yang dibutuhkan usaha kecil dalam menghitung keuntungan. Program ini mendorong transformasi digital UMKM dan memperluas jangkauan pasar desa.
Referensi:
Anokye, K. (2025). Black Soldier Fly Larvae as a circular solution for organic waste management and sustainable livestock feed in Ghana. Cleaner Waste Systems, 12, 100416. https://doi.org/10.1016/j.clwas.2025.100416
Haidayatullah, R.M.I., Faishal, M.A., Graviola, C., Aji, D.Y.S., Mubarak, R.A., Sakinah, L., Ahadan, A., Finaldin, M.A., Farayanti, N. (2021). Edukasi pengelolaan sampah dan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Bogor. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 4(2), 40-50. https://doi.org/10.29244/jpim.4.2.40-50
Sari, A. (2025). Alternatif pengolahan sampah organik pada bank sampah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius, 3(1), Article 305. https://doi.org/10.70920/pengabmaskes.v3i1.305
Penulis: Grady John Carl Prionggo – Rekayasa Nanoteknologi
Editor: Andri Hariyanto




