Universitas Airlangga Official Website

Siswa MA Se-Jawa Timur Selami Ketenangan Seni Shodo Bersama FIB UNAIR

Potret saat Tim dosen dan fasilitator Departemen Bahasa dan Sastra Jepang FIB Universitas Airlangga berfoto bersama dalam rangkaian kegiatan Madrasah Japanese Super Camp (MAJASC) 2026 yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Jepang MA se-Jawa Timur. (Sumber: Istimewa)

FIB NEWS – Dalam upaya memperkenalkan keragaman budaya Jepang yang lebih mendalam kepada generasi muda, program studi Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) sukses menggelar workshop Shodo (kaligrafi Jepang). Kegiatan ini menjadi bagian utama dalam acara akbar Madrasah Japanese Super Camp 2026 (MAJASC 2026) yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Jepang MA se-Jawa Timur, berkolaborasi dengan Konjen Jepang di Surabaya dan Japan Foundation Jakarta pada Minggu (25/1/2026).

Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan keterampilan teknis, tetapi juga sebagai sarana literasi budaya. Narasumber utama, Yabe Urara, yang merupakan asisten dosen asli Jepang di Universitas Airlangga, hadir langsung untuk memberikan instruksi autentik kepada para peserta.

Mengenal Sisi Tradisional di Tengah Tren Populer

Selama ini, pandangan anak muda terhadap Jepang sering kali terbatas pada produk budaya populer seperti anime, manga, atau seri populer seperti Jujutsu Kaisen. Menanggapi pandangan anak muda yang kerap mengidentikkan Jepang dengan budaya populer, Firtha Ayu Rachmasari, S.Hum., M.Hum., dosen Bahasa dan Sastra Jepang FIB UNAIR, ingin menggeser perspektif tersebut dengan menjelaskan bahwa Shodo memiliki nilai filosofis yang mendalam.

“Shodo di Jepang memiliki fungsi utama untuk menenangkan pikiran. Saat menulis, dibutuhkan koordinasi antara napas, pikiran, dan gerak tangan. Kami ingin menunjukkan bahwa kebudayaan Jepang itu sangat luas, bukan hanya soal hiburan populer, tetapi juga tentang seni yang dapat menenangkan diri dan melatih kesabaran,” ujarnya.

Potret saat Tim pengabdian masyarakat Departemen Bahasa dan Sastra Jepang FIB Universitas Airlangga bersama narasumber dan peserta berfoto usai pelaksanaan Workshop Shodo (kaligrafi Jepang) tingkat Madrasah Aliyah se-Jawa Timur, dengan menampilkan hasil karya siswa. (Sumber: Istimewa)

Keajaiban Teknik di Atas Kertas Shuashi

Tantangan terbesar dalam workshop ini adalah mengajarkan teknik dasar yang sangat spesifik, seperti teknik tarikan berhenti (tome) dan penekanan kuas di atas kertas khusus bernama shuashi. Meskipun asing bagi sebagian besar siswa, tim fasilitator menemukan fenomena unik di mana banyak siswa MA menunjukkan bakat alami dalam seni garis ini.

Fokus utama kegiatan workshop ini adalah membimbing peserta dalam memegang kuas dengan teknik yang benar, mengingat hal tersebut merupakan pondasi paling sulit dalam seni Shodo. Meski demikian, hasil karya para siswa menunjukkan capaian yang cukup mengesankan. Beberapa peserta bahkan mampu menghasilkan tarikan garis yang rapi dan mantap sejak tahap awal pembelajaran.

“Namun, kami sangat terkesan melihat hasil karya para siswa. Beberapa dari mereka mampu membuat tarikan garis yang sangat rapi dan mantap, bahkan teknik dasar mereka bisa disandingkan dengan orang Jepang yang baru belajar,” tambah Bu Firtha.

Kegiatan ini secara langsung mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education, melalui pemberian akses pendidikan budaya yang eksklusif, inklusif, dan berkualitas tinggi bagi siswa madrasah di wilayah Jawa Timur.

Penulis: Aisyah Dwi Rahmah Purwanto

Editor: Tsabita Nuha Zahidag