Universitas Airlangga Official Website

Dari Pasar Ikan ke Laboratorium: Mengungkap Argulus sp. pada Ikan Koki

Surabaya, 18 Agustus 2026 — Kegiatan pemeriksaan parasit pada hewan akuatik menjadi salah satu bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa Program Pendidikan Dokter Hewan (PPDH), khususnya dalam memahami berbagai agen parasit yang dapat mengganggu kesehatan ikan. Dalam kegiatan Stase Laboratorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, mahasiswa PPDH Gelombang 45 Tandem 2 melakukan pemeriksaan terhadap ikan koki (Carassius auratus) yang diperoleh dari Pasar Burung dan Ikan Kota Malang.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya infestasi ektoparasit pada tubuh ikan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan organisme yang memiliki karakteristik morfologi yang sesuai dengan Argulus sp., yang dikenal secara umum sebagai kutu ikan atau fish louse. Temuan ini menjadi salah satu contoh nyata pentingnya pemeriksaan parasitologi dalam menjaga kesehatan ikan, baik pada ikan hias maupun ikan yang dipelihara dalam sistem budidaya.

Argulus sp. merupakan ektoparasit dari kelompok Crustacea yang termasuk dalam famili Argulidae. Parasit ini hidup pada permukaan tubuh ikan dan memiliki struktur tubuh yang telah beradaptasi untuk melekat pada inangnya. Secara morfologi, Argulus memiliki tubuh yang relatif pipih dan berbentuk menyerupai cakram, dengan alat perlekatan berupa sucker yang membantu parasit mempertahankan posisinya pada permukaan tubuh ikan. Keberadaan struktur tersebut menjadi salah satu karakteristik yang dapat membantu dalam pengenalan Argulus pada pemeriksaan laboratorium.

Infestasi Argulus dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan ikan karena parasit memperoleh nutrisi dari jaringan dan cairan tubuh inangnya. Aktivitas parasit pada permukaan tubuh juga dapat menyebabkan iritasi sehingga ikan menunjukkan perilaku menggosokkan tubuhnya pada benda di lingkungan perairan. Pada infestasi yang lebih berat, kerusakan pada permukaan tubuh dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi sekunder oleh mikroorganisme oportunistik.

Pada pemeriksaan yang dilakukan di Laboratorium Parasitologi Veteriner, pengamatan morfologi menjadi dasar penting dalam mengenali parasit yang ditemukan. Spesimen yang diperoleh dari ikan koki diamati untuk melihat karakteristik bentuk tubuh dan struktur perlekatannya. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, spesimen diidentifikasi sebagai Argulus sp. Identifikasi hingga tingkat spesies tidak dilakukan karena diperlukan karakter morfologi yang lebih spesifik untuk membedakan spesies dalam genus Argulus.

Temuan Argulus sp. pada ikan koki menunjukkan bahwa ikan hias yang diperjualbelikan juga perlu mendapatkan perhatian dari aspek kesehatan hewan. Perpindahan ikan melalui aktivitas perdagangan dapat menjadi salah satu faktor yang memungkinkan penyebaran ektoparasit dari satu lingkungan pemeliharaan ke lingkungan lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum ikan dipindahkan atau dicampurkan dengan ikan lain merupakan langkah penting dalam mencegah penyebaran parasit.

Kegiatan pemeriksaan ini juga memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa PPDH Gelombang 45 Tandem 2 dalam menghubungkan pengetahuan parasitologi dengan kasus yang ditemukan di lapangan. Melalui pemeriksaan secara langsung, mahasiswa tidak hanya mempelajari karakteristik parasit secara teoritis, tetapi juga memahami pentingnya ketelitian dalam proses pengamatan dan identifikasi parasit pada hewan.

Pemeriksaan parasit pada ikan merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan hewan akuatik dan mendukung penerapan prinsip One Health, karena kesehatan hewan, lingkungan, dan manusia saling berkaitan. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3: Good Health and Well-being melalui upaya menjaga kesehatan hewan sebagai bagian dari kesehatan lingkungan dan masyarakat, serta SDG 14: Life Below Water melalui peningkatan kesadaran terhadap kesehatan dan keberlanjutan ekosistem perairan. Dengan demikian, kegiatan Stase Laboratorium Parasitologi Veteriner tidak hanya menjadi sarana pembelajaran klinis bagi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya peningkatan kesehatan hewan akuatik dan pengelolaan lingkungan perairan yang berkelanjutan.

 

Penulis : Adhwaa’ Ahnaf Umadila Setiawan (Mahasiswa PPDH Gelombang 45 Tandem 1)

Editor: Mochamad Arifudin (Divisi Parasitologi Veteriner)