Universitas Airlangga Official Website

Menjemput Gelar Doktor: Keteguhan Dosen UNIROW dan Bakti kepada Ibu

Di ruang ujian Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Kamis (5/2/2026), sebuah perjalanan akademik yang luar biasa panjang akhirnya mencapai garis finis. Hendra Suwardana, SE., M.SM., resmi menyandang gelar doktor setelah melewati beragam rintangan, bahkan dalam sambutan usai dinyatakan lulus, dirinya berterimakasih kepada Promotor utama Prof. Dr. Dra. Nuri Herachawati, Dra.Ec. M.Si., M.Sc. dimana dirinya merasa ini bimbingan terlama yaitu selama 16 tahun dari mulai S2 dilanjut S3—sebuah durasi yang ia sebut dengan nada seloroh sebagai “rekor MURI” untuk bimbingan terlama.

Hendra, yang merupakan dosen di Universitas PGRI Ronggo Lawe (UNIROW) Tuban sekaligus kader Partai Demokrat, membuktikan bahwa ketekunan melampaui batasan waktu. Di tengah kesibukannya sebagai akademisi dan aktivitas politik, ia konsisten menyelesaikan riset mendalam mengenai dinamika kepemimpinan politik di Jawa Timur.

Melampaui Batas Waktu

Disertasinya yang bertajuk “Pengaruh Political Leader Social Capital terhadap Political Leader’s Reputation dengan Practice Leader Behaviour menggunakan moderasi political skill dan political motivation pada anggota DPRD Jawa Timur” dipertahankan dengan apik di hadapan para penguji.

Sidang yang dipimpin oleh Koordinator Program Studi Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Prof. Dr. Ahmad Rizki Sridadi, SH., MM., MH., menetapkan Hendra lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Ia resmi menjadi doktor ke-121 dari prodi tersebut.

“Ini bukan soal siapa yang tercepat, tapi soal siapa yang paling mampu bertahan hingga akhir,” ujar Hendra dihadapan undangan.

Filosofi “Ansor” dan Kopi Kesabaran

Keberhasilan Hendra tak lepas dari bimbingan tim promotor yang ia lukiskan secara puitis. Ia menyebut Co-Promotor 1, Prof. Dr. Muslich Ansori, SE., M.Sc., Ak., layaknya kaum Ansor dalam sejarah Islam—sosok penolong yang tulus membimbing di saat-saat sulit, bahkan untuk membakar semangatnya Prof Muslich punya cara unik yaitu selalu mengirimkan lagu “jangan menyerah dari D’Massive”.

Sementara itu, Dr. Sabar, SE., M.Si. (Co-Promotor 2), menjadi sosok yang melatih kesabaran Hendra selama belasan tahun. Hendra mengenang perjuangannya menempuh perjalanan dari rumahnya di perbatasan Tuban-Lamongan menuju Surabaya demi sebuah janji bimbingan yang tak pernah ia inginkan meleset, meski harus dilakukan hingga malam hari.

“Biasanya saya dijamu air putih, tetapi suatu kali saat Ujian Doktor Tertutup saya dibuatkan kopi racikan langsung oleh Pak Sabar, rasanya luar biasa. Kopi itu seperti memberi energi baru untuk menuntaskan disertasi ini,” kenang Hendra.

Promotor utama, Prof. Dr. Nuri Herachwati, Dra.Ec., M.Si., M.Sc., mengakui bahwa Hendra adalah mahasiswa yang sangat menguasai lapangan. “Hendra adalah pekerja keras. Penguasaan lapangannya sangat mendalam karena hasil kerja kerasnya sendiri. Pesan saya satu, jaga selalu nama baik almamater,” tuturnya.

Ilmu yang Bermanfaat dan Bakti Ibu

Bagi Prof. Muslich Ansori, keberhasilan Hendra adalah buah dari keluarga yang “haus” akan ilmu. Namun, ia mengingatkan bahwa ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang dan dijalankan berdasarkan aturan yang sah, serta tindakan nyata yang berdampak.

Puncak haru terjadi saat Hendra memberikan penghormatan khusus kepada ibundanya. Dengan suara bergetar, ia menceritakan bahwa sang ibu tidak sempat menamatkan pendidikan di Sekolah Rakyat (SR), namun visi besarnya mampu mengantarkan sang anak meraih kasta pendidikan tertinggi.

“Yang hebat itu ibu saya. Beliau tidak lulus SR, tapi mampu menyekolahkan anaknya hingga S3. Gelar ini saya persembahkan untuk ibu, istri, dan seluruh keluarga,” ucap Hendra.

Sidang yang jatuh pada hari Kamis Pon tersebut dianggapnya sebagai pertanda baik. Di bawah pimpinan sidang Prof. Rizki, ia merasa mendapatkan “rezeki” (rizky) berupa tuntasnya amanah akademik. Kini, Dosen UNIROW Tuban tersebut kembali ke medan pengabdian dengan tanggung jawab baru: memastikan ilmu politik yang ia teliti benar-benar berdampak bagi tata kelola kepemimpinan di Jawa Timur.