Pertambangan Skala Kecil dan Tradisional atau yang akrab kita sebut sebagai tambang rakyat, sering dipandang sebelah mata jika dibandingkan dengan korporasi tambang yang besar. Sektor ini sering kali dilekatkan dengan citra negatif, mulai dari operasinya yang minim teknologi, statusnya yang ilegal, hingga ketergantungan pada tenaga kerja perempuan dan anak-anak. Berbagai stigma tersebut pada akhirnya mengaburkan kontribusi nyata tambang rakyat terhadap roda perekonomian. Guna memetakan masalah ini secara jernih, sebuah studi terbaru melakukan tinjauan literatur sistematis terhadap 75 artikel ilmiah dari 30 negara sepanjang tahun 2020 hingga 2024.
Hasil kajian tersebut mengupas tuntas lima klaster masalah utama yang saat ini menjerat sektor tambang rakyat di panggung global. Tantangan di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi isu yang paling mendominasi dengan persentase mencapai 38,5%. Masalah ini diikuti tantangan pada sistem pemasaran produk tambang (23,1%), konflik politik dan regulasi (15,4%), dampak buruk terhadap lingkungan (15,4%), serta minimnya bantuan adopsi teknologi (7,6%). Angka ini menegaskan bahwa penambang tradisional tidak hanya bertaruh nyawa di lapangan, tetapi juga terjebak dalam ekosistem kerja yang belum berpihak pada kesejahteraan mereka.
Melalui temuan ini, diharapkan mampu menjadi pemantik bagi pemerintah dan para pembuat kebijakan untuk mengubah cara pandang mereka terhadap tambang rakyat. Alih-alih sekadar melakukan penertiban atau menutup mata, pemerintah perlu hadir memberikan pendampingan konkret, terutama dalam menyelesaikan masalah SDM dan legalitas. Jika dikelola secara bijak dan didukung oleh intervensi teknologi yang tepat, sektor yang sering terlupakan ini sejatinya memiliki potensi masif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan merata hingga ke pelosok daerah.
Penulis: Tofan Agung Eka Prasetya, S.Kep., M.KKK., Ph.D.
Sumber:
Ismail, S., Moh Hussin, N., Mat Desa, M. et al. Artisanal and small-scale mining challenges and trends: A PRISMA-based systematic review. Miner Econ (2026). https://doi.org/10.1007/s13563-026-00666-3





